Beranda Jumat, 16 Oktober 2026

!online

Lingkungan Netral

Kualitas Udara Palembang dan Jambi Berbahaya Dampak Kepungan Asap Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026, 08:12 WIB Sumber: Liputan6 Dibaca 10 kali
Ukuran:

Kualitas udara di Palembang dan Jambi tercatat berbahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah provinsi termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan. Palembang memiliki AQI US sebesar 699, sementara konsentrasi polutan di Jambi mencapai 88,8 kali lipat nilai panduan Organisasi Kesehatan Dunia. Kondisi ini diperkirakan tidak akan membaik dalam sepekan ke depan, sementara wilayah lain seperti Pangkalan Bun, Pekanbaru, dan Pontianak juga tercatat tidak sehat.

Poin-Poin Utama

  • Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia berada pada level tidak sehat hingga berbahaya pada Jumat, 16 Oktober 2026 pagi.
  • Palembang tercatat memiliki indeks kualitas udara (AQI US) sebesar 699 atau kategori berbahaya.
  • Konsentrasi polutan di Jambi tercatat 88,8 kali lipat nilai panduan Organisasi Kesehatan Dunia.
  • Pangkalan Bun memiliki AQI US sebesar 187 dan Pekanbaru sebesar 161, keduanya dalam kategori tidak sehat.
  • Pontianak tercatat memiliki AQI US sebesar 191 atau kategori tidak sehat.
  • Balikpapan tercatat memiliki AQI US sebesar 158 pada pukul 06.00 WIB atau kategori tidak sehat.
  • Enam provinsi menjadi prioritas penanganan karhutla berdasarkan BNPB, meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
  • Kualitas udara Palembang diperkirakan belum membaik ke kategori aman dalam sepekan ke depan.
  • Kualitas udara Jambi diperkirakan bertahan pada kategori berbahaya hingga siang hari sebelum turun menjadi tidak sehat.
  • Kualitas udara Pontianak diperkirakan akan membaik menjadi tidak sehat bagi kelompok sensitif sekitar pukul 18.00 WIB.
  • Kualitas udara Balikpapan diperkirakan berfluktuasi, turun menjadi tidak sehat bagi kelompok sensitif pada pagi hari dan kategori sedang pada malam hari.
  • Penurunan indeks kualitas udara tidak otomatis berarti udara sudah aman bagi penduduk.
  • Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan polutan.
  • Masyarakat diimbau terus memantau informasi kualitas udara dan perkembangan karhutla dari sumber resmi.
  • Aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan ketika kondisi udara memburuk, terutama bagi kelompok yang lebih rentan.
Tagar Terkait
#karhutla#bmkg#kebakaran hutan#kualitas udara#polusi udara#palembang#jambi#asap
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya