Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Menhub Sebut Paper Test di Bandara Dilakukan Setiap 30 Menit

Senin, 7 September 2026, 04:46 WIB Sumber: Republika Dibaca 2 kali
Ukuran:

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pengujian paper test untuk memantau penyebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kini dilakukan setiap 30 menit di seluruh bandara, terutama yang jalur penerbangan mengarah ke timur, menyusul perubahan arah angin dari barat ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki. Berdasarkan hasil evaluasi bersama BMKG dan pemangku kepentingan, delapan bandara ditutup sementara hingga pukul 24.00 WIB karena paper test masih menunjukkan indikasi positif adanya abu vulkanik. Pemerintah memperbarui hasil pemantauan setiap empat jam dan menegaskan seluruh keputusan pembukaan bandara akan didasarkan pada hasil pemantauan lapangan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Poin-Poin Utama

  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan paper test abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilakukan setiap 30 menit di seluruh bandara.
  • Langkah intensifikasi dilakukan pada Minggu (6/9) menyusul perubahan arah angin.
  • Arah angin berubah dari barat ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
  • Kementerian Perhubungan menutup sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.
  • Delapan bandara yang ditutup: Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu Pagar Alam Sumatera Selatan.
  • Paper test diperluas tidak hanya di delapan bandara terdampak, tetapi juga ke seluruh bandara khususnya jalur arah timur.
  • Hasil paper test di delapan bandara terdampak masih menunjukkan indikasi positif adanya abu vulkanik.
  • Operasional penerbangan di delapan bandara terdampak belum dapat dipulihkan.
  • Pemerintah memperbarui hasil pemantauan setiap empat jam dengan menggabungkan informasi dari BMKG, pengelola bandara, AirNav, dan instansi terkait.
  • Koordinasi dilakukan bersama BMKG dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan berdasarkan perkembangan cuaca terbaru.
  • Penutupan bandara dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan nasional.
  • Keputusan pembukaan atau penutupan bandara didasarkan pada hasil pemantauan lapangan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.
  • Menhub meminta Angkasa Pura, BMKG, dan pemangku kepentingan menyampaikan perkembangan kondisi penerbangan secara berkelanjutan kepada masyarakat.
  • Pengawasan pergerakan abu vulkanik dilakukan intensif hingga kondisi dinyatakan aman bagi operasional penerbangan.
  • Informasi perkembangan disampaikan secara continue oleh Angkasa Pura dan BMKG kepada publik.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#bmkg#penerbangan#dudy purwagandhi#menhub#bandara ditutup#airnav#angkasa pura#paper test
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya