Napas Orangutan di Tengah Kepungan Asap Hutan Kalimantan
Asap karhutla di Kalimantan Tengah mengganggu 21 orangutan di Hutan Kota Nyaru Menteng dengan gejala ISPA, meskipun lokasi belum tersentuh api. Tim konservasi BOSF, BKSDA Kalteng, dan OFI telah mengevakuasi lima orangutan, termasuk induk-anak Raya dan Rayu dari Hutan Kota Sampit, dengan kendala medan sulit dan laporan masyarakat yang sering terlambat. Para pegiat mengajak masyarakat menjaga habitat yang tersisa dan segera melaporkan satwa yang membutuhkan pertolongan untuk meningkatkan peluang evakuasi.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 21 orangutan di Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya, menunjukkan gejala ISPA akibat paparan asap karhutla.
- CEO BOSF Jamartin Sihite menyampaikan keterangan tersebut pada Sabtu (5/9/2026).
- BOSF bersama BKSDA Kalteng telah mengevakuasi lima orangutan dari kawasan terdampak karhutla.
- Dua di antara yang dievakuasi adalah induk dan anak bernama Raya dan Rayu.
- Raya dan Rayu ditemukan di Hutan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada 2 September 2026.
- Saat ditemukan, keduanya berada di atas pohon dengan lahan gambut terbakar di bawahnya.
- Tim konservasi harus menyusuri sungai ketika jalur darat tidak memungkinkan untuk mencapai lokasi satwa.
- Dokter hewan diterjunkan bersama peralatan medis selama proses evakuasi.
- Manager Program OFI Yoga melaporkan bahwa satwa sering baru dilaporkan setelah 1-2 hari berada di permukiman.
- Orangutan tidak memiliki perlindungan setara masker saat kualitas udara memburuk.
- Lokasi Hutan Kota Nyaru Menteng belum terjangkau api, namun sudah terdampak asap karhutla.
- Proses evakuasi terkendala medan sulit dan laporan masyarakat yang terlambat.
- Yoga mengajak masyarakat menjaga habitat yang masih aman bagi satwa terdampak.
- Yoga meminta masyarakat memposisikan satwa liar setara manusia sebagai makhluk hidup.
- Karhutla memaksa tim konservasi melakukan penyelamatan terhadap sejumlah orangutan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.