Misteri Lima Bayi Orangutan dan Jejak Perdagangan Satwa di India
Lima bayi orangutan tanpa induk ditemukan di kawasan hutan Distrik Balasore, Odisha, India, yang berjarak hampir 4.000 kilometer dari habitat alaminya di Indonesia dan Malaysia. Petugas kehutanan menduga mereka menjadi korban perdagangan satwa liar lintas negara melalui jalur darat, dan pemerintah Odisha telah meminta bantuan Biro Pengendalian Kejahatan Satwa untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan sindikat internasional. Kasus ini menambah tekanan terhadap populasi orangutan yang sudah sangat terancam punah, dengan ketiga spesiesnya masuk Appendix I CITES dan populasi tapanuli yang tersisa kurang dari 800 ekor di alam liar.
Poin-Poin Utama
- Lima bayi orangutan ditemukan di kawasan hutan Distrik Balasore, Odisha, India pada Selasa (8/9/2026).
- Lokasi penemuan berjarak hampir 4.000 kilometer dari habitat alami orangutan di Indonesia dan Malaysia.
- Kelimanya ditemukan tanpa induk di kawasan Ranakata, Blok Bhogarai, dekat perbatasan Odisha dengan Benggala Barat.
- Kawasan tersebut bukan hutan lebat, melainkan mayoritas ditumbuhi pohon cemara dan tidak jauh dari jalan raya.
- Petugas menduga kelimanya menjadi korban perdagangan satwa liar lintas negara.
- Petugas kehutanan Balasore, Pratik Prakash Indalkar, menyatakan orangutan tidak mungkin mencapai Odisha sendiri.
- Menteri Lingkungan Odisha Ram Singh Khuntia meminta bantuan Biro Pengendalian Kejahatan Satwa (WCCB) untuk menyelidiki kasus ini.
- Kelimanya diperkirakan sudah berada di kawasan hutan Odisha selama 2-3 hari sebelum ditemukan.
- Setelah ditemukan, kelima bayi orangutan dibawa ke Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar untuk diperiksa dan dikarantina.
- Salah satu orangutan sempat demam dan menjalani perawatan medis.
- Tiga spesies orangutan yang masih bertahan adalah orangutan kalimantan, sumatera, dan tapanuli.
- Ketiga spesies tersebut masuk kategori sangat terancam punah dan terdaftar di Appendix I CITES.
- Perdagangan internasional ketiganya untuk tujuan komersial umumnya dilarang.
- World Wide Fund for Nature (WWF) memperkirakan tersisa sekitar 104.000 orangutan di Kalimantan dan Sumatera.
- Populasi orangutan tapanuli di alam liar saat ini diperkirakan kurang dari 800 ekor.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.