Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nasional Negatif

Trauma Belum Usai di Tenda Pengungsian Manggarai

Senin, 7 September 2026, 07:32 WIB Sumber: Kompas Dibaca 2 kali
Ukuran:

Tiga minggu setelah gempa Flores magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 yang diikuti 12.968 gempa susulan, pengungsi di Manggarai, NTT, masih bertahan di tenda darurat dengan trauma berkepanjangan, krisis air bersih, serta minimnya bantuan terpal dan obat-obatan. Warga seperti Remigius dan Korina enggan kembali ke rumah atau ke puskesmas karena trauma dan terbatasnya akses air bersih, logistik didominasi makanan instan, serta distribusi bantuan yang tidak merata. Pemerintah Kabupaten Manggarai masih fokus pada pendataan kerusakan bangunan lintas dinas untuk mengkategorikan tingkat kerusakan rumah warga.

Poin-Poin Utama

  • Tiga minggu berlalu sejak gempa, pengungsi Flores masih bertahan di tenda darurat.
  • Gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026.
  • BMKG mencatat 12.968 kali gempa susulan hingga Minggu (6/9/2026).
  • Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,2.
  • Total 177 gempa susulan dirasakan masyarakat.
  • Gempa susulan terasa dua kali pada Sabtu (5/9/2026) pukul 20.30 dan 22.00 Wita.
  • Gempa susulan terjadi lagi Minggu siang sekitar pukul 13.00 Wita.
  • Remigius Jehamat (64) tinggal di Kampung Nderu, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.
  • Korina Supardy (35) tinggal bersama anaknya usia 10 tahun di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
  • Kebutuhan mendesak: air bersih, obat-obatan, makanan bergizi.
  • Harga air galon Rp 25.000 per galon; tidak tersedia di sekitar kampung.
  • 30 keluarga di dusun kampung Remi membutuhkan terpal.
  • Bantuan dominan berupa mi dan sarden instan.
  • Bupati Manggarai Herybertus Nabit memimpin pendataan rumah rusak lintas dinas.
  • Pendataan mengkategorikan kerusakan: ringan, sedang, berat.
Tagar Terkait
#bmkg#nusa tenggara timur#gempa flores#manggarai#bantuan bencana#krisis air bersih#pengungsian#gempa susulan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya