Krisis Air Bersih di Kalsel Meluas, 150 Ribu Warga Terdampak
Krisis air bersih di Kalimantan Selatan meluas akibat fenomena El Nino dan kemarau panjang, berdampak pada 150 ribu pelanggan PTAM Bandarmasih yang kapasitas produksinya turun 50%. Wilayah terparah meliputi Kabupaten Banjar, HSU, HSS, dan Kotabaru, dengan BPBD Banjar sejak Juni telah menyalurkan 2,1 juta liter air dan 130 tandon. Di Banjarmasin, intrusi air laut di Sungai Martapura mencapai 8.000 mg/liter memaksa penutupan Intake Sungai Bilu, sehingga pasokan hanya mengandalkan Sungai Tabuk yang debitnya terus menyusut.
Poin-Poin Utama
- El Nino dan kemarau panjang picu krisis air bersih meluas di Kalimantan Selatan.
- Produksi PTAM Bandarmasih turun 50% dari kapasitas normal 2.200 liter/detik.
- 150 ribu rumah tangga pelanggan terdampak krisis air bersih.
- BPBD Kalsel catat wilayah terparah: Kabupaten Banjar, HSU, HSS, Kotabaru.
- Kabupaten Banjar: 55 desa di 15 kecamatan kena kekeringan.
- Sejak Juni BPBD Banjar salurkan lebih dari 2,1 juta liter air bersih.
- BPBD Banjar pinjamkan 130 tandon air ke warga terdampak.
- HSU terdampak: 41 desa di 9 kecamatan.
- Intrusi air laut di Sungai Martapura capai 8.000 mg/liter.
- Intrusi melebihi batas amandemen pengolahan air baku.
- Intake Sungai Bilu kapasitas 600 liter/detik ditutup sementara.
- Suplai air baku hanya andalkan Sungai Tabuk, debit terus menyusut.
- Suplai irigasi Riam Kanan tersedot ke PTAM Banjar dan penanganan karhutla.
- Warga beli air dari pedagang musiman harga tinggi.
- Penanganan krisis pakai distribusi truk tangki air berkala.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.