Sempat Kukuh Tatap Muka, Sekolah di Tangerang Putuskan PJJ 3 Hari
Setelah sempat mengeluarkan edaran pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Tangerang mengalihkan KBM PAUD/TK, SD, SMP menjadi PJJ selama tiga hari, mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9), akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selama PJJ, guru tetap menjalankan pembelajaran dari rumah sesuai kesiapan satuan pendidikan masing-masing, sementara sekolah diimbau menyediakan masker, menjaga kebersihan, serta memantau informasi resmi BPBD/BMKG.
Poin-Poin Utama
- Sekolah PAUD/TK, SD, SMP negeri dan swasta di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).
- PJJ berlaku mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9) sebagai tahap awal.
- Keputusan PJJ diambil imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Sebelumnya Dinas Pendidikan sempat mengeluarkan edaran kegiatan belajar mengajar secara luring atau tatap muka.
- Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengumumkan kebijakan PJJ tersebut pada Minggu (6/9) malam.
- Selama PJJ, guru dapat memberikan materi, tugas, dan pendampingan melalui sarana pembelajaran yang digunakan sekolah.
- PJJ diterapkan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah untuk melindungi peserta didik dari sebaran abu vulkanik.
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi juga memberlakukan PJJ pada periode yang sama.
- Supriyadi meminta seluruh siswa, guru, dan staf memakai masker saat berangkat, pulang, atau beraktivitas di luar ruangan.
- Setiap kepala sekolah diminta memastikan ketersediaan sarana pendukung kesehatan di lingkungan sekolah.
- Sarana pendukung kesehatan yang harus dijaga meliputi kebersihan, air bersih dalam kondisi tertutup, tempat cuci tangan, serta obat atau tetes mata.
- Kepala sekolah harus berkoordinasi dengan BPBD/BMKG dan memantau informasi resmi terkait situasi darurat.
- Kepala sekolah wajib melaporkan kondisi darurat di sekolah ke Dinas Pendidikan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.