Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Pendidikan Netral

Unisa Yogyakarta Dorong Hasil Riset tak Berhenti pada Publikasi

Senin, 7 September 2026, 07:57 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mendorong hasil riset dosen dan peneliti agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, melainkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visinya sebagai universitas unggul di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai inovasi telah dihasilkan, antara lain Inclusion App, Smart Sensor Bracelet (SErBet), my SADARI, serta alat kesehatan ergonomis seperti GOE-KB dan KursiMU. Tantangan ke depan adalah mengomunikasikan hasil riset tersebut secara luas melalui Program Resona Saintek bertema 'Riset Tepat, Masyarakat Sehat' agar manfaatnya dipahami masyarakat.

Poin-Poin Utama

  • Unisa Yogyakarta mendorong hasil riset dosen dimanfaatkan langsung untuk masyarakat, bukan hanya publikasi ilmiah.
  • Kepala Biro Humas Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani, menyampaikan komitmen tersebut pekan lalu.
  • Fokus pengembangan Unisa Yogyakarta meliputi bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi berbasis riset.
  • Visi Unisa Yogyakarta: universitas unggul, berwawasan kesehatan, berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
  • Inovasi Inclusion App: aplikasi rehabilitasi berbasis komunitas untuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
  • Smart Sensor Bracelet (SErBet): berbasis Internet of Medical Things (IoMT) untuk deteksi dini risiko stunting.
  • my SADARI: media edukasi deteksi dini kanker payudara.
  • Alat kesehatan ergonomis dikembangkan: GOE-KB, Small Baby Carrier (SBC), VR-MAFETAL, KursiMU, dan Matras Proning.
  • Tantangan saat ini: memastikan hasil riset dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan masyarakat luas.
  • Publikasi hasil riset selama ini banyak melalui artikel ilmiah, prosiding, dan seminar akademik dengan audiens terbatas.
  • Program Resona Saintek bertema 'Riset Tepat, Masyarakat Sehat' dibangun sebagai ekosistem komunikasi sains berkelanjutan.
  • Program Resona Saintek melibatkan Biro Humas dan Protokol, LPPM, fakultas, dosen, mahasiswa, media, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
  • Pelaksana program diposisikan sebagai penghubung antara aktivitas penelitian dan komunikasi publik.
Tagar Terkait
#riset#komunikasi sains#unisa yogyakarta#publikasi ilmiah#resona saintek#science communication network#inovasi kesehatan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya