Hasil Riset Didorong Lebih Berdampak dan Terukur
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perubahan paradigma riset dari output based menjadi outcome based agar hasilnya lebih berdampak dan terukur bagi masyarakat, mengingat 77 persen dosen masih mempublikasikan riset demi reputasi pribadi. Kemendiktisaintek mengembangkan sistem informasi Suryakanta dan program Berdikari yang telah melibatkan 100 tim periset, 55 perguruan tinggi vokasi, serta 450 mitra industri dan UMKM. Namun, kolaborasi lintas sektor dan skema pendanaan yang mencantumkan target outcome masih perlu diperkuat agar riset benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Diskusi terbatas bertajuk "Mengukur, Menjaga, dan Memperluas Dampak Riset" digelar di Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
- Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Yudi Darma menyebut ekosistem pemanfaatan sains dan teknologi masih terfragmentasi.
- Kuesioner internal Kemendiktisaintek pada akhir 2025 menunjukkan hampir 50 persen dosen menyatakan motivasi utama penelitian untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
- Sebanyak 77 persen dosen menjawab publikasi dilakukan demi peningkatan reputasi pribadi dan karier.
- Kemendiktisaintek mengembangkan sistem informasi data terintegrasi bernama Suryakanta yang dapat diakses secara terbuka.
- Program Berdikari diinisiasi Kemendiktisaintek untuk mendorong pemanfaatan sains dan teknologi bagi kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
- Setidaknya 100 tim periset dan 55 perguruan tinggi vokasi terlibat dalam program Berdikari.
- Sebanyak 450 mitra industri dan UMKM turut terlibat dalam program Berdikari.
- Akademisi Universitas Negeri Jakarta Unggul Purwohedi menyatakan riset yang berdampak perlu dirancang bersama pemangku kepentingan sejak awal.
- Unggul menyarankan skema pendanaan secara eksplisit mencantumkan target outcome dan penerima manfaat riset.
- Kepala Divisi Pendanaan Riset LPDP Purwana menyebut terdapat empat dana abadi negara yang dikelola LPDP.
- Empat dana abadi negara itu mencakup pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan perguruan tinggi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.