Iran Tetapkan Zona Maritim Terbatas Terbaru di Selat Hormuz, Kapal Berani Melintas Disanksi
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, di mana setiap kapal yang memasukinya akan dikenai sanksi. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup dan berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran, membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa jalur tersebut masih terbuka sebagai 'kebohongan besar'. Iran juga melaporkan telah menguji rudal antikapal baru di atas kapal Angkatan Laut AS sekitar 48 jam sebelumnya serta akan menandatangani pakta dengan Oman mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz.
Poin-Poin Utama
- Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
- Setiap kapal yang memasuki zona baru akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.
- Zona tersebut dimulai dari garis blokade Angkatan Laut AS dan membentang ke sejumlah wilayah di Teluk.
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyampaikan pengumuman tersebut pada Ahad (6/9/2026).
- Iran dan Oman akan menandatangani pakta mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
- Titik masuk dan keluar koridor baru Selat Hormuz akan berada di bawah kendali Iran.
- Rezaei menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Selat Hormuz masih terbuka sebagai kebohongan besar.
- Sebelum penutupan, lebih dari 100 kapal melintas di Selat Hormuz setiap hari.
- Sebelum penutupan, kapal-kapal tersebut mengangkut lebih dari 100 juta ton kargo per hari.
- Saat ini hanya tujuh atau delapan kapal yang melintas, semuanya mengangkut kebutuhan pokok untuk Iran.
- AS berusaha menyelundupkan lima hingga enam kapal dengan biaya besar namun kapal-kapal tersebut biasanya diserang.
- Iran memilih tidak menenggelamkan kapal-kapal tersebut karena membawa minyak yang dapat merusak lingkungan.
- Iran mengklaim berhasil menguji rudal antikapal baru di atas kapal Angkatan Laut AS sekitar 48 jam sebelumnya.
- Rezaei menyatakan rudal tersebut membuat AS seperti berada di neraka dan mereka melarikan diri.
- Rezaei tidak menyebutkan nama kapal atau lokasi pengujian rudal tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.