Anak Krakatau hingga Semeru Erupsi, Tanda Gunung Api Indonesia Kian Aktif?
gunung api tersebut terhubung dalam satu sistem magma raksasa. Penelitian 26 vulkanolog internasional yang dipublikasikan di Journal of Applied Volcanology pada 19 Agustus 2026 menegaskan bahwa setiap gunung api memiliki sistem geologi tersendiri dengan jaringan magma, komposisi, dan tekanannya sendiri, sehingga erupsi berdekatan bukan bukti hubungan sebab-akibat. Indonesia memang menjadi rumah bagi lebih dari 30 persen gunung api aktif dunia karena wilayahnya merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, sehingga aktivitas vulkanik bersamaan merupakan hal normal.
Poin-Poin Utama
- Beberapa gunung api Indonesia mengalami erupsi hampir bersamaan, termasuk Anak Krakatau, Semeru, Merapi, Dukono, Ibu, dan Lewotobi.
- Tim internasional terdiri dari ahli gunung api Janine Krippner dari Smithsonian Institution dan 25 peneliti lainnya membahas kesalahpahaman gunung api.
- Penelitian dipublikasikan di Journal of Applied Volcanology edisi 19 Agustus 2026.
- Tim mengidentifikasi 18 kesalahpahaman umum mengenai gunung api.
- Salah satu kesalahpahaman bahwa semua gunung api saling terhubung dalam satu sistem magma.
- Kesalahpahaman lain yaitu gempa merupakan hitung mundur menuju letusan.
- Kesalahpahaman tambahan yaitu gunung api menunggu mengulangi letusan besar masa lalu.
- Setiap gunung api memiliki sistem geologi tersendiri dengan jaringan penyimpanan dan jalur magma berbeda.
- Sistem magma memiliki komposisi, suhu, tekanan, dan tingkat kristalisasi berbeda pada kedalaman berbeda.
- Magma di bawah satu gunung tidak otomatis memengaruhi gunung lain yang berjarak puluhan hingga ribuan kilometer.
- Gunung api di Pacific Ring of Fire tidak terhubung menjadi satu sistem vulkanik tunggal.
- Ahli geologi Indyo Pratomo menyatakan erupsi bersamaan merupakan bagian normal dari kehidupan geologi Indonesia.
- Data Smithsonian Global Volcanism Program mencatat 96 gunung api Indonesia terbentuk pada periode Pleistosen.
- Sebanyak 117 gunung api Indonesia pernah meletus pada masa Holosen.
- Indonesia memiliki lebih dari 30 persen gunung aktif di dunia menurut laporan Jurnal Geologi Indonesia 2006 oleh Indyo.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.