Apakah Perang AS Israel Melawan Iran Berakhir dengan Kemenangan? Ini Kata Analis
Israel dan Iran memiliki karakter berbeda dari perang sebelumnya, karena tidak menunjukkan pola kemenangan mutlak maupun kesepakatan tanpa pemenang. Dalam sejarah, perang biasanya berakhir dengan kemenangan salah satu pihak atau melalui kejenuhan kedua belah pihak, seperti Perang Iran-Irak selama delapan tahun. Samir juga mengkritik AS yang terus memulai konflik baru tanpa belajar dari kekalahan di perang sebelumnya, seperti Perang Vietnam.
Poin-Poin Utama
- Politikus Yordania Samir Habashne sampaikan analisis perang Teluk.
- Habashne mantan menteri Yordania, Sekretaris Jenderal Kelompok Perdamaian Arab.
- Analis nyatakan perang Teluk saat ini beda dari perang sebelumnya.
- Konflik tidak berakhir kemenangan mutlak salah satu pihak.
- Konflik juga tidak berakhir prinsip tidak ada pemenang tidak ada yang kalah.
- Samir sebut sejarah, perang umumnya berakhir lewat dua kemungkinan.
- Kemungkinan pertama: kemenangan salah satu pihak, diikuti penyerahan dan syarat-syarat.
- Kemungkinan kedua: kedua pihak terkuras, berhenti tempur, capai kesepakatan akomodasi kepentingan.
- Perang Iran-Irak jadi contoh pola kedua.
- Irak gagal rebut kembali wilayah Arabistan.
- Iran gagal gulingkan pemerintahan Partai Baath di Irak.
- Samir kritik perang Amerika Serikat era modern tidak belajar dari kekalahan.
- Samir contohkan Perang Vietnam sebagai bukti.
- Amerika Serikat kehilangan lebih dari 60 ribu personel militer di Vietnam.
- Analisis disiarkan Aljazeera, Senin (7/9/2026), kutip dari Aljazeera Doha.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.