Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Tarik Ulur Makroekonomi Pengaruhi Pasar Kripto

Senin, 7 September 2026, 10:52 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Pasar kripto mengalami penguatan pada August 2026 dipengaruhi tiga faktor repricing: tekanan fiskal AS dengan defisit sekitar 1,8 triliun dolar AS, meningkatnya akses investor institusi melalui ETF Bitcoin, serta fenomena buyback mata uang Hyperliquid (HYPE) yang mencapai rekor harga. Head of Digital Asset Innovation Samuel Kripto Indonesia Muhammad Raditya Adhimukti menjelaskan bahwa penguatan ini merupakan penyesuaian valuasi aset terhadap perubahan persepsi investor atas risiko, inflasi, suku bunga, dan likuiditas. Bitcoin sendiri melonjak dari level 60.000 dolar AS ke sekitar 80.000 dolar AS dengan karakter kelangkaan pasokan maksimum 21 juta keping yang menjadikannya alternatif penyimpan nilai di tengah ketidakpastian moneter AS.

Poin-Poin Utama

  • Pasar kripto mengalami penguatan baru di Agustus 2026 setelah penurunan dan stagnasi sejak awal tahun.
  • Harga Bitcoin melonjak dari sekitar 60.000 dolar AS sejak Juni menjadi 78.600 dolar AS pada akhir Agustus 2026.
  • Pada awal September 2026, harga Bitcoin naik lagi ke sekitar 80.000 dolar AS.
  • Hyperliquid (HYPE) mencetak rekor harga tertinggi 86,71 dolar AS pada akhir Agustus hingga awal September 2026.
  • Kapitalisasi pasar HYPE tercatat sekitar 18,8 miliar dolar AS dengan FDV 80,6 miliar dolar AS.
  • Harga HYPE naik sekitar 54 persen dalam sebulan terakhir karena program buyback sekitar 1,3 miliar dolar AS sejak peluncuran di 2025.
  • Defisit fiskal AS pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,8 triliun dolar AS.
  • ETF Bitcoin mendapat persetujuan di Amerika Serikat pada tahun 2024.
  • Pasokan maksimum Bitcoin ditetapkan sebanyak 21 juta keping.
  • Tiga faktor repricing pasar kripto menurut Head of Digital Asset Innovation Samuel Kripto Indonesia, Muhammad Raditya Adhimukti, adalah tekanan fiskal AS, akses ETF, dan perubahan ekspektasi moneter.
  • Kutipan Raditya menyoroti pertanyaan sumber dana buyback obligasi AS: utang baru atau cetak uang.
  • Investor membedakan aset kripto berdasarkan fungsi dan kualitas ekonomi, bukan sekadar narasi harga.
  • Emas dan Bitcoin kembali dilirik sebagai aset store of value di tengah ketidakpastian fiskal AS.
  • Bitcoin memiliki risiko volatilitas meski likuiditasnya tinggi dan dapat diperdagangkan secara global.
  • Data arus dana masuk bersih ETF Bitcoin terpotong di akhir artikel.
Tagar Terkait
#investasi#bitcoin#kripto#makroekonomi#etf#repricing#fiskal as#hyperliquid
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya