PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Pemerintah meresmikan Program PLTS 100 GWp dengan groundbreaking tahap awal yang mencakup 14 proyek berkapasitas total 5.300 MWp sebagai langkah mendorong swasembada energi, hilirisasi, dan kemandirian energi nasional. Program ini ditarget mengurangi emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun, menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, menghemat subsidi Rp73,9 triliun per tahun, dan membutuhkan investasi sekitar USD71,3 miliar; PLN menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaannya.
Poin-Poin Utama
- PLTS 100 GWp resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Bali pada 25 Agustus 2026.
- Tahap awal program mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 MWp di berbagai wilayah Indonesia.
- Salah satu proyek tahap awal adalah PLTS Gilimanuk sebagai lokasi peluncuran nasional.
- PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
- Program PLTS 100 GWp dikembangkan melalui delapan skenario utama.
- Skenario mencakup eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp.
- Pembangunan PLTS skala besar melalui RUPTL mencapai 30,97 GWp.
- Skenario termasuk PLTS terapung 10,72 GWp, PLTSatap 9,35 GWp, dan PLTS 3T 0,50 GWp.
- Skenario lainnya mencakup PLTS off-grid produktif 4,36 GWp dan PLTS kawasan industri 7,49 GWp.
- Demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan lainnya mencapai 24,13 GWp.
- Implementasi penuh berpotensi menurunkan emisi 140 juta ton CO2 per tahun.
- Nilai ekonomi karbon dari penurunan emisi mencapai Rp6,31 triliun.
- Program berpotensi menciptakan 5,5 juta lapangan kerja, terdiri dari 3,465 juta konstruksi dan 2,053 juta manufaktur.
- Total investasi proyek sekitar USD 71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun.
- Program dapat mengefisiensikan subsidi BBM hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.