Perempuan Penggerak Energi Bersih Jadi Kunci Transisi Energi Indonesia yang Inklusif
Indonesia tengah memasuki fase transisi energi bersih dengan pembangunan infrastruktur seperti PLTS, kendaraan listrik, panas bumi, dan bioenergi, namun capaian investasi EBTKE masih fluktuatif (triwulan pertama 18,3% kemudian terkoreksi). Direktur Jenderal EBTKE ESDM, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa transisi energi tidak hanya soal teknologi, investasi, dan kebijakan, tetapi juga memerlukan peran manusia di garis depan, termasuk perempuan, demi sistem energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan. Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan individu, korporat, dan perguruan tinggi yang akan dijadikan center of excellence PLTS di titik-titik sebaran EBT.
Poin-Poin Utama
- Indonesia mengembangkan infrastruktur energi bersih termasuk PLTS, kendaraan listrik, panas bumi, dan bioenergi.
- Transisi energi di Indonesia memerlukan aspek non-teknis seperti SDM, termasuk perempuan di garis depan.
- Direktur Jenderal EBTKE ESDM adalah Eniya Listiani Dewi.
- Capaian pengembangan EBTKE menunjukkan tren naik secara umum.
- Investasi dan implementasi EBTKE tercatat meningkat.
- Pada triwulan pertama 2026, capaian EBTKE mencapai 18,3%.
- Capaian tersebut terkoreksi sedikit setelah triwulan pertama 2026.
- Pemerintah memprioritaskan kolaborasi seluruh pihak untuk pengembangan EBT.
- Apresiasi EBTKE 2026 digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
- Acara Apresiasi EBTKE 2026 berlangsung pada 3 September 2026.
- Pemerintah mengapresiasi kontribusi individu dan korporat dalam pengembangan EBT.
- Beberapa universitas telah terlibat dalam program pengembangan EBT.
- Kementerian ESDM melakukan overlay sebaran EBT dengan lokasi universitas.
- Universitas ditunjuk sebagai center of excellence PLTS berdasarkan overlay tersebut.
- Eniya Listiani Dewi menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak untuk pengembangan EBT.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.