Bentrokan Sengit Houthi vs Pasukan Yaman Berlanjut, 300 Orang Tewas
Bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman di barat daya Yaman berlanjut, menewaskan lebih dari 300 orang sejak serangan Houthi pada 3 September 2026 demi menguasai akses ke Laut Merah melalui kota pelabuhan Mokha dan Selat Bab al-Mandeb. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi akibat kekerasan tersebut, menjadikan ini eskalasi paling mematikan sejak gencatan senjata 2022 runtuh pada Juli. PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak politik, ekonomi, dan keamanan konflik ini bagi Yaman.
Poin-Poin Utama
- Bentrokan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman berlangsung di barat daya Yaman hingga akhir pekan.
- Korban tewas akibat bentrokan melampaui 300 orang sejak serangan Houthi dimulai.
- Sedikitnya 84 tentara pemerintah Yaman tewas antara Sabtu (5/9) siang hingga Minggu (6/9) dini hari.
- Sebagian besar tentara pemerintah Yaman tewas akibat serangan rudal Houthi.
- Empat sumber militer Houthi melaporkan 57 petempur mereka tewas dalam periode yang sama.
- Sebelum periode tersebut, sedikitnya 81 orang tewas dalam bentrokan yang sama.
- Serangan Houthi dimulai pada Kamis (3/9) pekan lalu.
- Houthi menyerang untuk memutus akses ke kota pelabuhan Mokha yang dikuasai pemerintah.
- Mokha telah digempur Houthi selama berminggu-minggu.
- Pada Sabtu (5/9) malam, Houthi berhasil memutus ruas jalan yang menghubungkan Taiz dengan Mokha.
- Houthi bergerak maju ke area perbatasan Selat Bab al-Mandeb, gerbang selatan Laut Merah.
- Sedikitnya 1.790 keluarga terpaksa mengungsi akibat pertempuran di distrik Maqbanah dan Jabal Habashi.
- Pengungsi mencari perlindungan di kamp pengungsi internal Al-Bareen dan kamp lain di area Taiz.
- Eskalasi ini menjadi konflik paling mematikan sejak gencatan senjata 2022 runtuh pada Juli 2026.
- Garis depan pertempuran terletak kurang dari 30 kilometer dari pesisir Laut Merah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.