Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Terapkan Kuliah Daring
Kemendiktisaintek mengimbau seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta beralih ke pembelajaran daring atau hybrid pascaerupsi Gunung Anak Krakatau untuk melindungi sivitas akademika dari paparan debu vulkanik. Wakil Menteri Fauzan menyatakan aktivitas di luar kampus perlu dikurangi, sementara layanan kantor, pembelajaran, dan kegiatan akademik lain dapat dilakukan secara daring atau metode lain yang dinilai efektif demi menjaga kesehatan dan keselamatan.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau eruption disrupted learning activities in Indonesia.
- Kemendiktisaintek urged universities to shift education services temporarily to online systems.
- Wamendiktisaintek Fauzan issued the policy during a press conference on Monday, 7/9/2026.
- The policy applies to all universities, both public and private.
- Fauzan stated universities need to reduce outdoor campus activities to minimize health risks.
- Health risks stem from exposure to volcanic ash from the eruption.
- Office services can be conducted online or hybrid.
- Learning processes can be conducted online or hybrid.
- Other academic activities can be conducted online or hybrid.
- Universities may implement alternative methods deemed effective to reduce health risks.
- The press conference was titled Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.
- The press conference was broadcast on YouTube by Badan Komunikasi Pemerintah RI.
- The aim is to maintain health and safety of the academic community (sivitas akademika).
- The policy is part of post-eruption measures.
- Specific details on eruption date and impact level were not provided in the article.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.