Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif Imbas Penutupan Sejumlah Bandara

Senin, 7 September 2026, 13:09 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Kementerian Perhubungan menutup sementara operasional tujuh bandara di Sumatra dan Jawa hingga pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sembari menyiapkan bandara alternatif dan menyesuaikan rute penerbangan untuk menjaga konektivitas dengan mengutamakan keselamatan. Dampak sebaran abu vulkanik sejak 5 September 2026 tercatat mengganggu sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penyesuaian operasional dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan data BMKG, dan persiapan pembukaan bandara seperti pembersihan runway, taxi way, serta apron akan dilakukan segera setelah kondisi memungkinkan.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau di Banten erupsi, sebaran abu vulkanik masih terjadi hingga Senin (7/9/2026) pagi.
  • Kementerian Perhubungan menyiapkan bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan.
  • Menhub Dudy Purwagandhi memutuskan penutupan operasional bandara sementara dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB.
  • Bandara ditutup meliputi Soekarno-Hatta (NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26), Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara.
  • Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, sudah beroperasi normal pukul 09.00 WIB.
  • Abu vulkanik terpantau pada dua lapisan ketinggian: hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki.
  • Total penerbangan terdampak mencapai sekitar 2.300 penerbangan.
  • Total penumpang terdampak mencapai 270.337 orang.
  • Pada bandara yang ditutup sementara: 1.397 penerbangan dan 177.579 penumpang terdampak.
  • Pada bandara terdampak penyesuaian rute: 922 penerbangan dan 92.758 penumpang terdampak.
  • Data dampak merupakan akumulasi sejak 5 September 2026.
  • Dampak mencakup pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan.
  • Arah angin di sekitar Gunung Anak Krakatau bervariasi: timur tenggara, timur laut, dan barat daya.
  • Kementerian Perhubungan melakukan persiapan pembukaan bandara seperti pembersihan runway, taxi way, dan apron.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#bandara soekarno-hatta#penerbangan#penutupan bandara#kemenhub#bandara alternatif
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya