Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Tertahan di Maros, Roganda Ingin Melihat Wajah Terakhir Kakaknya di Medan

Senin, 7 September 2026, 15:32 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Roganda Nainggolan (32) tertahan lebih dari 24 jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, akibat penerbangan dihentikan karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dan berharap bisa segera terbang ke Medan untuk melihat wajah terakhir kakaknya, Hotmidah Nainggolan (37), yang meninggal di Sidikalang dan direncanakan dimakamkan Senin siang. Ribuan penumpang lain juga mengalami nasib serupa, termasuk Franky (40) yang tiketnya ke Abu Dhabi hangus dan harus menanti kepastian maskapai sambil berharap mendapat kompensasi penginapan serta makanan penuh. Hingga laporan ini ditulis, situasi penerbangan masih belum menentu dan Roganda mempertimbangkan rute alternatif lewat daerah lain dengan perjalanan darat menuju Medan.

Poin-Poin Utama

  • Roganda Nainggolan (32) tertahan lebih dari 24 jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros.
  • Roganda ingin terbang ke Medan untuk melihat wajah terakhir kakaknya sebelum pemakaman.
  • Kakaknya, Hotmidah Nainggolan (37), meninggal di Sidikalang, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026).
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebagian penerbangan ke/dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dihentikan.
  • Roganda terbang dari Bandara Mopah, Merauke, dengan Lion Air dan tiba di Maros pukul 10.00 WITA.
  • Harga tiket Roganda dari Merauke ke Medan sebesar Rp 6,2 juta untuk satu kali jalan.
  • Roganda merantau di Merauke selama dua tahun sebagai kontraktor di perusahaan tebu.
  • Roganda mengeluarkan Rp 1 juta untuk penginapan saat terdampar di Sulawesi Selatan.
  • Rencananya jenazah Hotmidah akan dimakamkan Senin siang.
  • Terakhir kali Roganda bertemu kakaknya adalah saat cuti Natal bulan Januari.
  • Franky (40) harusnya terbang ke Abu Dhabi, UEA, pada Minggu malam tapi tertunda sejak Minggu pagi.
  • Tiket Franky hangus dan perjalanannya tertunda hingga dua hari.
  • Harga makan di area Bandara Sultan Hasanuddin mencapai Rp 100.000 per sekali makan.
  • Ribuan pelancong terdampak penundaan penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Artikel menyebut nama penumpang ketiga, Ahmad Mudatsir (34), namun rincian ceritanya terpotong.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#bmkg#bandara soekarno-hatta#penerbangan#airnav indonesia#bandara sultan hasanuddin
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya