Pasien Gangguan Pernapasan RSUD Bayu Asih Purwakarta Meningkat Diduga akibat Abu Vulkanik
Cuaca panas ekstrem, kebakaran lahan, dan paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau disebut memicu lonjakan pasien gangguan pernapasan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan keluhan dominan berupa batuk dan sesak napas. Pada 6 September 2026 tercatat 8 pasien di IGD, di mana 4 di antaranya dirujuk ke RS lain akibat ruang perawatan penuh, dengan estimasi mencapai 20-24 kasus per hari. Rumah sakit membagikan masker dan menyiapkan stok obat untuk menekan risiko, sementara masyarakat diimbau mengenakan masker, menjaga cairan tubuh, dan segera mencari pertolongan medis bila sesak napas memburuk.
Poin-Poin Utama
- Cuaca panas ekstrem, kebakaran lahan, dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau picu lonjakan pasien gangguan pernapasan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Jawa Barat.
- Direktur Utama RSUD Bayu Asih, Tri Muhammad Hani, konfirmasi peningkatan kunjungan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
- Pernyataan disampaikan pada Senin (7/9/2026).
- Tiga hari terakhir tercatat paparan debu atau abu vulkanik sebagai faktor tambahan gangguan pernapasan.
- Pasien datang dengan keluhan batuk hingga sesak napas akut.
- Data malam 6 September 2026: 8 pasien masuk IGD dengan keluhan batuk dan sesak napas.
- Dari 8 pasien tersebut, 2 pasien diperbolehkan pulang.
- 2 pasien menjalani rawat inap di RSUD Bayu Asih.
- 4 pasien dirujuk ke rumah sakit lain karena ruang perawatan penuh.
- Estimasi harian jika pola konsisten: 20 hingga 24 kasus serupa per hari.
- Manajemen pastikan stok obat dan bahan habis pakai (BHP) aman dan mencukupi.
- Masker dibagikan gratis ke pasien, keluarga, dan pegawai rumah sakit.
- Faktor penyebab disebut multifaktor: musim kemarau, udara berdebu, aktivitas vulkanik.
- Rumah sakit belum simpulkan hubungan langsung antara peningkatan kasus dan abu vulkanik; evaluasi medis mendalam masih diperlukan.
- RSUD Bayu Asih akan terus pantau tren kunjungan dan tingkat keparahan kasus dalam beberapa hari ke depan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.