Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Positif

Perbedaan Tsunami Akibat Anak Krakatau dengan Gempa Bumi

Senin, 7 September 2026, 16:24 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Tsunami akibat longsoran gunung api memiliki karakter berbeda dengan tsunami yang dipicu gempa tektonik karena gelombang terbentuk sangat dekat dengan sumbernya sehingga sistem peringatan dini berbasis data gempa tidak dapat memanfaatkannya. BMKG mencatat tsunami Selat Sunda 2018 yang dipicu longsoran lereng Gunung Anak Krakatau ke laut sebagai contoh tsunami nontektonik. Oleh karena itu, tanda-tanda alam di wilayah pesisir menjadi sangat penting untuk diperhatikan sebagai peringatan dini.

Poin-Poin Utama

  • Tsunami akibat longsoran gunung api berkarakter berbeda dari tsunami pemicu gempa tektonik.
  • Sistem peringatan tsunami gempa memanfaatkan data gempa untuk memperkirakan kemungkinan tsunami.
  • Tsunami longsoran gunung api terbentuk sangat dekat dengan sumbernya.
  • BMKG mencatat tsunami Selat Sunda 2018 sebagai contoh tsunami nontektonik.
  • Longsoran lereng Gunung Anak Krakatau ke laut terjadi pada 2018.
  • Longsoran Anak Krakatau dipicu aktivitas erupsi gunung api.
  • Tsunami Selat Sunda 2018 tidak didahului gempa bumi tektonik signifikan.
  • Tanda-tanda alam di pesisir menjadi penting untuk kewaspadaan tsunami nontektonik.
Tagar Terkait
#anak krakatau#bmkg#selat sunda#tsunami#gunung api#gempa bumi#longsor#sistem peringatan dini
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya