Mahasiswa Asing Kenalkan Olahraga Tradisional Negara Asal di ASEAN Sports Day 2026
ASEAN Sports Day (ASD) 2026 di Yogyakarta menjadi wadah mahasiswa asing dari Pakistan, Mesir, India, dan Timor Leste memperkenalkan olahraga serta seni tradisional negara asal mereka. Mahasiswa Mesir Marwan Ashraf menampilkan Tahtib, olahraga tradisional warisan budaya takbenda UNESCO 2016 yang bermakna keberanian dan semula terkait bela diri, sementara mahasiswa India memperkenalkan kho-kho dan kabaddi, serta mahasiswa Timor Leste memperkenalkan tarian Tebe-tebe. Kegiatan ini dinilai para peserta sebagai sarana pertukaran budaya dan perjumpaan antarbangsa melalui olahraga.
Poin-Poin Utama
- ASEAN Sports Day 2026 berlangsung Sabtu (5/9/2026) malam di Loman Park Hotel Yogyakarta, diselenggarakan Kemenpora.
- Mahasiswa asing dari Pakistan, Mesir, India, dan Timor Leste memperkenalkan olahraga dan seni tradisional negara asal.
- Marwan Ashraf dan Mohamed Saied dari Mesir menampilkan Tahtib, olahraga tradisional menggunakan tongkat untuk dua orang.
- Tahtib berasal dari masa Mesir kuno era Firaun.
- UNESCO menetapkan Tahtib sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan pada 2016.
- Tahtib awalnya berfungsi sebagai seni bela diri untuk situasi peperangan.
- Mahasiswa India Akhil Srivastava bersama dua rekan memperkenalkan kho-kho dan kabaddi.
- Kabaddi memiliki keterkaitan dengan kisah Mahabharata, termasuk cerita Abhimanyu dalam formasi chakravyuha.
- Kho-kho telah berkembang selama lebih dari satu abad sebagai permainan beregu berbasis kecepatan dan kerja sama.
- Timotio Wusgusmao dari Timor Leste memperkenalkan tarian Tebe-tebe.
- Tebe-tebe berfungsi untuk menyambut pejabat atau tokoh penting di Timor Leste.
- Mahasiswa Pakistan juga berpartisipasi dalam kegiatan ASD 2026.
- Acara mempertemukan peserta dari berbagai negara ASEAN untuk pertukaran budaya.
- Marwan menilai ASD sebagai kesempatan berharga untuk berkenalan dengan mahasiswa dari negara lain.
- Akhil menyatakan ASD membuat olahraga tradisional lebih dikenal sekaligus mengenalkan budaya antarnegara.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.