Kekeringan di Banyumas Meluas, 49 Ribu Jiwa Krisis Air Bersih
Kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluas hingga awal September 2026 dengan 49.450 jiwa atau 14.090 keluarga di 58 desa/kelurahan dan 19 kecamatan mengalami krisis air bersih. BPBD Banyumas meningkatkan distribusi air bersih dengan total 2.878.000 liter melalui 579 kali pengiriman serta menyoroti 11 fasilitas umum yang ikut terdampak. BPBD juga mengimbau masyarakat menghemat air dan memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan bantuan tepat sasaran selama hujan belum turun merata.
Poin-Poin Utama
- Kekeringan di Banyumas meluas hingga awal September 2026.
- 49.450 jiwa dari 14.090 keluarga di 58 desa/kelurahan terdampak krisis air bersih.
- Sebanyak 19 kecamatan masuk prioritas penanganan darurat kekeringan.
- Update data terakhir per 5 September 2026.
- Total air terdistribusi mencapai 2.878.000 liter.
- Distribusi dilakukan melalui 579 kali pengiriman.
- Kekeringan merata di wilayah barat, selatan, hingga timur Banyumas.
- Kecamatan Karanglewas terdampak di Desa Tamansari, Pasir Lor, dan Kediri.
- Kecamatan Cilongok terdampak di Desa Rancamaya, Panusupan, Sudimara, Cipete, Langgangsari, dan Kriegeran.
- Kecamatan Sumpiuh terdampak di Desa Nusadadi, Karanggedung, Kemiri, dan Selandaka.
- Kecamatan Tambak terdampak di Desa Bunuyu, Gemelar Kidul, Gumelar Lor, Prembun, dan Gebangsari.
- Wilayah perkotaan terdampak di Kelurahan Sokanegara, Purwokerto Timur.
- 15 kecamatan lain juga terdampak termasuk Jatilawang, Kemranjen, dan Ajibarang.
- 11 fasilitas umum terdampak dan butuh pasokan air rutin.
- BPBD meminta masyarakat hemat air dan melaporkan krisis melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.