Krisis Air Bersih di Jabar Belum Tuntas, Karhutla Terus Meluas
Krisis air bersih di Jawa Barat belum tuntas dengan 705.817 jiwa di 515 desa terdampak, terutama Kabupaten Bogor, Bekasi, dan Purwakarta, sementara BPBD telah menyalurkan jutaan liter bantuan air bersih. Kebakaran hutan dan lahan semakin parah dengan luas terdampak naik dari 237 hektar menjadi 325,87 hektar, tertinggi di Kabupaten Sumedang, Bandung, dan Subang. Pakar ITB Djoko Santoso menyatakan fenomena El Nino 2026-2027 diprediksi masuk kategori kuat hingga sangat kuat, menyebabkan keterlambatan musim hujan dan kekeringan berkepanjangan.
Poin-Poin Utama
- Krisis air bersih di Jawa Barat berdampak pada 705.817 jiwa berdasarkan data BPBD Jabar.
- Wilayah terdampak krisis air bersih tersebar di 515 desa di 27 kabupaten dan kota.
- Kabupaten Bogor menjadi daerah paling terdampak dengan 267.453 orang di 166 desa.
- Kabupaten Bekasi terdampak 83.012 jiwa di 45 desa, Purwakarta 56.085 jiwa di 32 desa.
- Kabupaten Tasikmalaya terdampak 46.993 jiwa di 38 desa, Kabupaten Bandung 40.658 jiwa di 31 desa.
- Kabupaten Bekasi menerima penyaluran air bersih terbanyak sebesar 9,2 juta liter.
- Kabupaten Bogor menerima bantuan air bersih total 2,5 juta liter, Purwakarta 636.000 liter, Tasikmalaya 452.000 liter.
- Luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan meningkat dari 237 hektar menjadi 325,87 hektar dalam lima hari.
- Kabupaten Sumedang mencatat kejadian karhutla tertinggi dengan 24 kejadian dan luas terbakar 37,10 hektar.
- Kabupaten Bandung mencatat 22 kejadian karhutla, Kabupaten Subang 20 kejadian.
- Indeks El Nino sejak akhir Juni 2026 berada di angka 1,56 dalam kategori kuat menurut BMKG.
- BMKG memperkirakan indeks El Nino naik hingga puncak Desember 2026-Januari 2027.
- El Nino berpotensi masuk kategori sangat kuat setelah bulan Januari 2027.
- Dampak El Nino meliputi keterlambatan awal musim hujan dan berkurangnya curah hujan Desember-Januari-Februari.
- Kebakaran hutan disebutkan sebagai dampak ikutan dari bencana kekeringan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.