Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Khazanah Positif

Pesantren, Pegon, dan Artificial Intelligence: Menyambut Hari Aksara Nasional

Senin, 7 September 2026, 18:51 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Hari Aksara Nasional harus jadi momentum memikirkan masa depan literasi di era AI, di mana aksara seperti Pegon tidak cukup diselamatkan tetapi harus diintegrasikan ke ekosistem digital. Pesantren memiliki tradisi panjang menjadikan Pegon sebagai teknologi pengetahuan yang mempertemukan Islam dan Nusantara, sehingga pelestariannya dilakukan melalui Pegon Virtual Keyboard, Tarkib Digital, dan Rumah Kitab untuk membawa aksara, kitab kuning, dan ruang nyantri ke lingkungan digital. Ketiga lapisan ini dapat menjadi fondasi pengembangan AI yang berakar pada khazanah pesantren tanpa memutus adab dan sanad tradisi.

Poin-Poin Utama

  • Hari Aksara Nasional diperingati setiap tanggal 8 September.
  • Pesantren memiliki pengalaman panjang menjadikan aksara sebagai medium pengetahuan.
  • Pegon merupakan huruf Arab untuk menulis bahasa daerah sekaligus kreativitas intelektual yang mempertemukan Islam dan kebudayaan Nusantara.
  • Pegon mencakup fungsi ta'lim, ta'dib, tazkiyah, khidmah, dan kesinambungan sanad.
  • Ruang belajar bergeser dari serambi pesantren menuju layar digital.
  • Pegon Virtual Keyboard memungkinkan aksara Pegon digunakan melalui hand phone.
  • Tarkib Digital membawa tradisi pembelajaran kitab kuning ke ruang digital melalui Rumah Kitab.
  • Rumah Kitab menghadirkan gagasan pesantren virtual sebagai lapisan ekosistem pembelajaran.
  • Tiga lapisan transformasi tersebut terdiri atas Pegon Virtual Keyboard, Tarkib Digital, dan Rumah Kitab.
  • Digitalisasi membuka jalan bagi dokumentasi, pengumpulan korpus, penelitian, dan pengembangan teknologi teks Pegon.
  • Studi Mohammad 'Ulyan, Nurti Budiyanti, dan Shepta Adi Nugraha berjudul 'Islamic Education Based on Arabic Pegon Letters in Madrasah Diniyah Al Barokah Watuagung Tambak Banyumas' dimuat di Jurnal Iqra' tahun 2020.
  • Studi tersebut menunjukkan hubungan Pegon dengan transmisi pendidikan dan pelestarian warisan keislaman.
  • Pelestarian Pegon mencakup strategi penyimpanan manuskrip, dokumentasi digital, dan pengembangan teknologi.
  • Ketiga lapisan Pegon dapat menjadi fondasi pengembangan AI yang berakar pada khazanah pesantren.
  • AI memerlukan data, bahasa, struktur pengetahuan, dan konteks untuk beroperasi.
Tagar Terkait
#literasi#pesantren#artificial intelligence#digitalisasi#pegon#hari aksara nasional#kitab kuning
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya