Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Dosen UBSI Dipercaya Kemenkop RI Ajarkan Digitalisasi SIMKOPDES bagi Manajer Koperasi

Rabu, 9 September 2026, 21:43 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Dosen UBSI Kampus Tegal, Dzulchan Abror, dipercaya Kemenkop RI untuk mengajar pelatihan digitalisasi SIMKOPDES bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Solo pada 17-27 Juli 2026. Ia mengampu Modul X tentang Digitalisasi SIMKOPDES dan KDKMP selama 12 jam pelajaran guna meningkatkan pemahaman manajer dalam memanfaatkan sistem informasi manajemen koperasi desa. Atas kontribusinya, Dzulchan menerima sertifikat pengajar dari Kemenkop RI sebagai bukti kontribusi akademik dalam modernisasi tata kelola ekonomi desa.

Poin-Poin Utama

  • Dosen UBSI kampus Tegal Dzulchan Abror dipercaya Kemenkop RI menjadi pengajar program Peningkatan Kompetensi SDM Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Pelatihan tatap muka berlangsung 17-27 Juli 2026.
  • Lokasi pelatihan di PUSDIKTOP-SATDIKBA-TA-K-03, Kota Solo.
  • Dzulchan Abror mengampu Modul X: Digitalisasi pada SIMKOPDES dan KDKMP Kemenkop & Agrinas Pangan Nusantara.
  • Materi disampaikan sebanyak 12 Jam Pelajaran (JP).
  • Materi dibagi dalam dua kelas.
  • Pelatihan berfokus pada pengoperasian Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES).
  • SIMKOPDES dirancang untuk mendukung efisiensi operasional dan keterbukaan manajemen koperasi di tingkat lokal.
  • Keterangan rilis disampaikan Selasa (8/9).
  • Dzulchan Abror menerima Sertifikat Pengajar Nomor SF/2026/000700 dari Kemenkop RI.
  • Sertifikat ditandatangani Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari.
  • Keterlibatan dosen UBSI membuktikan kontribusi kompetensi akademik di luar ruang kuliah.
  • Program ini bertujuan mempercepat modernisasi tata kelola ekonomi desa menuju ekosistem digital.
Tagar Terkait
#ubsi#digitalisasi#koperasi desa#kemenkop ri#simkopdes#dzulchan abror#sdm koperasi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya