Kasus Unsoed Jadi Bahan Evaluasi Jalur Mandiri Perguruan Tinggi
Wamendiktisaintek Stella Christie menyatakan kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Unsoed menjadi bahan evaluasi terhadap sistem penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi, terutama jalur mandiri. Ia menekankan perlunya perbaikan sistem secara menyeluruh jika ditemukan kerentanan, sambil menunggu hasil audit yang selama ini dilakukan Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek. Selain itu, Kemdiktisaintek juga memperkuat integritas dan tata kelola perguruan tinggi melalui agenda Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi.
Poin-Poin Utama
- Wamendiktisaintek Stella Christie menyatakan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unsoed jadi bahan evaluasi sistem penerimaan mahasiswa perguruan tinggi.
- Stella berbicara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
- Pemerintah akan menilai apakah kasus Unsoed menunjukkan kelemahan sistem penerimaan mahasiswa baru.
- Evaluasi mencakup apakah jalur mandiri jadi sumber masalah atau praktik pelaksanaan yang bermasalah.
- Stella belum bisa menyimpulkan jalur mandiri sebagai penyebab persoalan.
- Kemdiktisaintek masih perlu melihat sistem dan praktik penerimaan mahasiswa baru secara menyeluruh.
- Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek telah melakukan audit dan pengawasan penerimaan mahasiswa baru sejak lama.
- Stella menyebut kasus yang mendapat perhatian publik momentum meninjau kerentanan sistem penerimaan.
- Stella menilai sistem penerimaan mahasiswa rentan jika analisis membuktikan kelemahan.
- Pemerintah harus berani mengubah sistem jika terbukti rentan.
- Kemdiktisaintek juga melakukan penguatan integritas dan tata kelola perguruan tinggi.
- Agenda Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi berlangsung selama lima hari.
- Akademi tersebut membahas integritas, akuntabilitas, dan transparansi di perguruan tinggi.
- Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.