Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Negatif

Membangun Ekosistem Tanggap Bencana dan Keberlanjutan Ekonomi dengan Keuangan Syariah

Senin, 7 September 2026, 21:33 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Artikel ini menyoroti pentingnya keuangan syariah sebagai instrumen penanggulangan bencana di Indonesia, mengingat letak geologis negara yang rawan terhadap aktivitas vulkanik dan gempa. Pendekatan ini menolak respons bencana yang berhenti pada belas kasihan sesaat, melainkan menawarkan ekosistem pemulihan berkelanjutan melalui dana sosial syariah (zakat, infak, sedekah) di fase tanggap darurat serta perencanaan rehabilitasi ekonomi jangka panjang untuk menyelamatkan mata pencaharian penyintas. Dengan prinsip inklusif (rahmatan lil 'alamin), keuangan syariah diposisikan sebagai solusi komplementer terhadap peran negara yang membangun sistem tanggap bencana dan keberlanjutan ekonomi secara menyeluruh.

Poin-Poin Utama

  • Empat gunung api di Indonesia meletus hampir bersamaan pada September 2026.
  • Anak Krakatau meletus hingga mengganggu rute penerbangan.
  • Semeru di Jawa Timur memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter.
  • Gunung Ibu di Maluku Utara mencatat kolom letusan setinggi 400 meter di atas puncak atau 1.725 meter di atas permukaan laut.
  • Respons bencana selama ini sering berhenti pada pendekatan charity atau amal karitatif.
  • Bencana menghancurkan mata pencaharian, rantai pasok ekonomi lokal, dan kapasitas produksi masyarakat.
  • Keuangan syariah dipandu nilai anti-keserakahan, solidaritas sosial (ta'awun), dan keberlanjutan.
  • Sistem keuangan syariah bersifat inklusif sebagai rahmatan lil 'alamin.
  • Dana sosial syariah (DSS) berperan sebagai first responder pada fase tanggap darurat.
  • DDS dimobilisasi melalui BAZNAS dan LAZ dari zakat, infak, dan sedekah.
  • APBN dan APBD tetap diperlukan sebagai dirigen utama dalam penanggulangan bencana.
  • DSS menyalurkan bantuan secara masif dan cepat saat birokrasi anggaran lambat.
  • Pemulihan pascabencana mengadopsi semangat Build Back Better dari rekonstruksi pascatsunami Aceh-Nias.
  • Pemulihan meliputi infrastruktur fisik dan penyelamatan mata pencaharian penyintas.
  • Artikel dipotong pada fase rehabilitasi dan tidak memuat data kelanjutan.
Tagar Terkait
#umkm#bencana#zakat#tanggap darurat#ekonomi syariah#wakaf#keuangan syariah#blended finance#sria
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya