BAZNAS Buka Suara soal Buku Islam Ala Prabowo: Tak Pakai Dana ZIS
BAZNAS menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan untuk penerbitan buku Islam Ala Prabowo yang diluncurkan dalam acara Rakornas BAZNAS 2025. Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menyatakan keterlibatan lembaganya hanya dalam konteks sinergi kelembagaan dengan MUI, Kemenag, dan MPR RI untuk literasi dakwah, bukan politik praktis. Buku bunga rampai yang disusun Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas ini menuai polemik karena sejumlah tokoh yang namanya tercantum di sampul mengaku tidak menulis untuk buku tersebut.
Poin-Poin Utama
- BAZNAS RI tegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan untuk penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
- BAZNAS menyatakan buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim BAZNAS.
- Keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku berada dalam konteks sinergi kelembagaan antara MUI, Kementerian Agama, dan MPR RI.
- BAZNAS menegaskan kegiatan tersebut bukan bentuk keterlibatan dalam politik praktis.
- Pernyataan resmi BAZNAS disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid melalui website resmi pada Kamis (10/9).
- Buku Islam Ala Prabowo diluncurkan pada 26 Agustus 2025 saat pembukaan Rakornas BAZNAS 2025.
- Peluncuran buku bersamaan dengan peluncuran Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI).
- Penulisan buku disebut diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.
- Buku disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas.
- Sampul buku mencantumkan kontribusi dari Ahmad Muzani (prolog), Asep Saifuddin Chalim (epilog), Abdul Mu'ti, Yusril Ihza Mahendra, dan Noor Achmad.
- Noor Achmad tercantum sebagai Ketua Umum MUI Jawa Tengah periode 2026-2031.
- Presiden Prabowo Subianto mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadi kepada BAZNAS.
- Buku menuai polemik karena sejumlah tokoh yang tercantum mengaku tidak menulis untuk buku tersebut.
- CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari Ahmad Muzani maupun KH Anwar terkait polemik ini.
- Polemik muncul setelah sampul, daftar isi, dan deskripsi buku beredar luas di media sosial.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.