Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Buah matoa yang sebelumnya terbuang kini diolah warga Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat menjadi beragam produk bernilai jual seperti dodol, selai, sambal, stik, teh, dan es krim melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, yang telah menjangkau 17 mama OAP, 104 warga lokal, dan lebih dari 200 transmigran Jawa. Program ini menyiapkan akses pemasaran ke swalayan, e-commerce, serta pasar nasional melalui jejaring 10 perguruan tinggi negeri dan pasar internasional lewat ASEAN University Network, bahkan produknya telah mendapat NIB dari Gubernur Papua Barat. Inisiatif ini menerapkan hilirisasi skala masyarakat sekaligus mencerminkan paradigma baru transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat lokal dan pendatang.
Poin-Poin Utama
- Buah matoa di Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat diolah jadi sumber penghasilan baru bagi ratusan warga.
- Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga beri pendampingan keterampilan pengolahan matoa.
- Pelatihan menjangkah 17 mama Orang Asli Papua (OAP) melalui pelatihan langsung.
- 104 warga lokal ikuti modul pembelajaran.
- Lebih dari 200 warga transmigran asal Jawa ikut program.
- Produk olahan mencakup dodol matoa orisinal dan campuran nanas, selai, sambal merah, sambal hijau, sambal bajak, stik buah, teh matoa orisinal dan herbal, es krim kelapa lokal, serta camilan kacang matoa.
- Akses pemasaran disiapkan melalui pasar swalayan, platform e-commerce, dan jaringan reseller.
- Target pemasaran nasional melalui jejaring 10 perguruan tinggi negeri.
- Target pemasaran internasional melalui ASEAN University Network.
- Ketua TEP UNAIR Zamal Nasution sampaikan pernyataan pada Rabu (2/9/2026).
- Eta, warga Desa Dindey, sampaikan pernyataan pada Kamis (3/9/2026).
- Produk diperkenalkan dalam pameran UMKM se-Papua Barat pada 10 Agustus 2026.
- Usaha telah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Gubernur Papua Barat.
- Sebelum program, pohon matoa sering ditebang untuk batang bangunan dan buahnya dibiarkan terbuang.
- Program disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.