Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

Pengamat Sarankan Prabowo Punya Lebih Banyak Menteri yang Berorientasi Problem Solving

Senin, 7 September 2026, 21:48 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 2 kali
Ukuran:

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menyarankan Presiden Prabowo Subianto memilih lebih banyak menteri yang berorientasi pada kerja nyata dan penyelesaian masalah, seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dianggap sibuk bekerja tanpa banyak pencitraan dan bahkan sering maju memberikan penjelasan di luar ranahnya. Hensa menilai Teddy menjadi simbol orang sibuk bekerja di pemerintahan, bahkan di kalangan Gen Z, serta kerap pasang badan untuk menteri yang seharusnya menjelaskan program pemerintah. Karena itu, Hensa berpandangan Prabowo membutuhkan lebih banyak pembantu dengan karakter pekerja keras seperti Teddy agar beban politik Presiden tidak ditanggung sendiri.

Poin-Poin Utama

  • Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menyarankan Presiden Prabowo Subianto memilih lebih banyak menteri berorientasi problem solving.
  • Hensa menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebagai figur pekerja keras tanpa banyak pencitraan.
  • Hensa merupakan Founder Lembaga Survei KedaiKOPI.
  • Pernyataan Hensa disampaikan pada Senin (7/9/2026).
  • Teddy lebih sering tampil saat pemerintah membutuhkan penyelesaian atau penjelasan persoalan.
  • Di kalangan Gen Z, Teddy mendapat julukan 'sibuk kerja' sebagai simbol figur pekerja di pemerintahan.
  • Julukan lain di Gen Z: Ganjar identik olahraga/lari, Anies disebut pengangguran, Gibran disebut kosong.
  • Hensa menilai Teddy sering 'pasang badan' menjelaskan isu yang seharusnya menjadi ranah kementerian teknis.
  • Contoh kasus: Teddy menjelaskan anggaran MBG yang masuk ke dana pendidikan, padahal ranah Menteri Pendidikan.
  • Teddy kerap dibully setelah memberikan penjelasan atas isu kementerian lain.
  • Hensa menyebut Prabowo dan menteri-menterinya harus berterima kasih kepada Teddy.
  • Hensa menilai Prabowo membutuhkan lebih banyak menteri berani mengambil tanggung jawab komunikasi publik.
  • Hensa melihat kesenjangan kualitas antara Presiden dan beberapa menterinya.
  • Hensa menyebut tiga masalah besar pemerintahan Prabowo, termasuk bidang ekonomi (kutipan terpotong).
  • Artikel terpotong di bagian akhir sehingga data masalah kedua dan ketiga tidak tersedia.
Tagar Terkait
#prabowo subianto#gen z#teddy indra wijaya#menteri#seskab#pengamat#komunikasi pemerintah#perombakan kabinet
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya