Mendagri Tito Karnavian Tegur Pemda NTT Terkait Lambatnya Realisasi Anggaran Bencana
Mendagri Tito Karnavian menegur pemerintah daerah NTT terkait lambatnya realisasi anggaran bencana, meskipun Banpres Rp200 miliar telah disalurkan sejak Agustus lalu. Dari sembilan wilayah penerima, hanya Provinsi NTT yang menunjukkan progres signifikan (43,23%), sementara daerah kabupaten sangat minim, bahkan Flores Timur belum merealisasikan anggaran sama sekali. Kemendagri menerjunkan empat tim Itjen untuk pendampingan teknis, serta mengirim enam tim Dukcapil untuk memulihkan sekitar 11.000 dokumen kependudukan warga terdampak.
Poin-Poin Utama
- Mendagri Tito Karnavian laporkan ke Presiden Prabowo soal lambatnya realisasi anggaran bencana di NTT.
- Bantuan Presiden Rp200 miliar telah disalurkan sejak 24 Agustus.
- Data realisasi dilaporkan pada Senin (7/9).
- Provinsi NTT realisasikan Rp23,57 miliar atau 43,23% dari total anggaran Rp54,54 miliar.
- Kabupaten Sikka baru belanjakan Rp368,46 juta atau 1,75% dari Rp21,02 miliar.
- Kabupaten Manggarai alokasi Rp21,88 miliar, realisasi Rp5,99 miliar atau 27,37%.
- Kabupaten Nagekeo alokasi Rp20,88 miliar, realisasi Rp3,20 miliar atau 15,33%.
- Kabupaten Ende alokasi Rp21,08 miliar, realisasi Rp1,87 miliar atau 8,85%.
- Kabupaten Manggarai Timur alokasi Rp20,40 miliar, realisasi Rp1,60 miliar atau 7,85%.
- Kabupaten Manggarai Barat alokasi Rp27,47 miliar, realisasi Rp1,50 miliar atau 5,46%.
- Kabupaten Ngada alokasi Rp21,87 miliar, realisasi Rp742,28 juta atau 3,39%.
- Kabupaten Flores Timur alokasi Rp21,80 miliar, realisasi 0%.
- Kemendagri terbitkan surat edaran izinkan mekanisme pengadaan langsung masa tanggap darurat.
- Empat tim Inspektorat Jenderal Kemendagri diterjunkan untuk pendampingan teknis.
- Enam tim Dukcapil dikerahkan, sekitar 11.000 dokumen kependudukan berhasil diproduksi ulang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.