Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Bandara Ahmad Yani, 3.520 Penumpang Terdampak
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan pada 29 jadwal penerbangan (14 keberangkatan dan 15 kedatangan) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, pada 7 September 2026, dengan total 3.520 penumpang terdampak, mayoritas pada rute Semarang-Jakarta. General Manager Bandara, Sulistyo Yulianto, memastikan situasi terminal tetap kondusif tanpa penumpukan penumpang, dengan kompensasi berupa reschedule atau refund sesuai regulasi bagi penumpang terdampak. Sementara itu, penerbangan internasional menuju Malaysia dan Singapura serta penerbangan menuju bandara sekitar, termasuk Solo, tetap berjalan normal.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani selama dua hari.
- Sebanyak 29 penerbangan terganggu hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.00 WIB.
- Gangguan terdiri atas 14 keberangkatan dan 15 perjalanan.
- Sedikitnya 3.520 penumpang terdampak gangguan penerbangan.
- Sebagian besar penumpang menggunakan rute Semarang–Jakarta dan sebaliknya.
- Situasi terminal Bandara Jenderal Ahmad Yani tetap kondusif.
- Tidak terjadi penumpukan penumpang yang tidak terkendali di Bandara Jenderal Ahmad Yani.
- Maskapai menawarkan reschedule atau refund kepada penumpang terdampak.
- Penumpang reschedule diberi waktu sekitar satu minggu untuk memilih jadwal baru.
- Penerbangan Semarang–Malaysia tetap berjalan normal.
- Penerbangan Semarang–Singapura tetap berjalan normal.
- Penerbangan dari Semarang menuju Bandara Solo tidak mengalami gangguan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.