Kemenkes Imbau Masyarakat tidak Menimbun Masker dan Panic Buying
Kemenkes meminta masyarakat tidak menimbun masker dan tidak melakukan panic buying di tengah isu kelangkaan masker pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, karena stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi. Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100.000 masker N95, masker medis, kacamata goggle, obat-obatan, dan alat kesehatan gratis ke daerah terdampak di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta, serta memperkuat dukungan logistik kesehatan. Pemerintah juga memperingatkan pelaku usaha agar tidak menimbun atau membatasi pasokan, dengan sanksi pidana atau administratif bagi yang melanggar, dan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, addressed the issue on Monday (7/9).
- Masker scarcity occurred only at retail level, not at producer or distributor level.
- N95, KN95, KF95, or equivalent masks can be replaced by proper use of medical masks.
- Kemenkes urged the public to buy masks according to need and avoid panic buying or hoarding.
- Kemenkes is monitoring mask availability, distribution, and pricing with regional governments.
- Over 100,000 N95 and medical masks have been distributed to affected areas.
- Thousands of goggles, medicines, and medical equipment were distributed for free.
- Distribution targeted Lampung, Banten, Jawa Barat, and Jakarta.
- Coordination with producers and distributors is ongoing to maintain supply flow.
- Businesses are urged not to hoard or restrict supply to prevent artificial scarcity.
- Violators face criminal or administrative sanctions, up to business license revocation.
- Public can report suspected hoarding or unfair price hikes via WhatsApp.
- Report channels: 0821-14870070 / 0838-30032003 or Mobile Alkes app.
- Statement was made to Media Indonesia.
- Eruption of Gunung Anak Krakatau triggered the mask shortage issue.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.