Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kasus ISPA Tembus 16.759 di 4 Provinsi
Kementerian Kesehatan mencatat 16.759 kasus ISPA akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga 6 September, tersebar di 23 kabupaten/kota pada 4 provinsi, dengan 3.771 kasus di antaranya menimpa balita. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan, mengenakan masker, serta lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya agar meminimalkan paparan debu halus. Kemenkes memantau kualitas udara dan dampak kesehatan sebagai bagian dari perlindungan masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Kementerian Kesehatan mencatat 16.759 kasus ISPA kumulatif hingga Minggu (6/9).
- Sebaran kasus ISPA mencakup 23 kabupaten/kota.
- Kasus ISPA meluas di 4 provinsi terdampak paparan abu vulkanik.
- Anak-anak dan balita merupakan kelompok rentan paling terdampak.
- Kelompok usia 0–5 tahun (balita) mencatat 3.771 kasus ISPA.
- Kelompok usia di atas 5 tahun mencatat 12.988 kasus ISPA.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi sumber paparan abu vulkanik penyebab lonjakan ISPA.
- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat tetap waspada.
- Masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar rumah saat kualitas udara buruk.
- Kelompok rentan (lansia, anak-anak, pasien penyakit tertentu) diminta meminimalkan aktivitas luar ruangan.
- Imbuan meliputi stay at home, penggunaan masker, dan kunjungan ke fasilitas kesehatan saat gejala muncul.
- Pernyataan Dante Saksono Harbuwono disampaikan pada Kamis (10/9).
- Kemenkes memantau kualitas udara dan dampak kesehatan akibat erupsi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.