Hingga Senin (7/9), Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan
Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Senin (7/9) mengganggu 2.961 penerbangan (2.339 domestik, 622 internasional) dan berdampak pada 341.000 penumpang. Pemerintah memperpanjang penutupan tujuh bandara di Banten, Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat hingga pukul 23.59 WIB sebagai langkah konservatif akibat arah angin yang dinamis. Kemenhub menjadikan data VAAC Darwin sebagai acuan utama pembukaan ruang udara, dengan prioritas pada keselamatan penerbangan.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau telah mengganggu 2.961 penerbangan domestik dan internasional hingga Senin (7/9) sore.
- Penerbangan domestik yang terdampak tercatat sebanyak 2.339 penerbangan.
- Penerbangan internasional yang terdampak tercatat sebanyak 622 penerbangan.
- Gangguan operasional berupa pembatalan, penundaan, dan pengalihan rute penerbangan.
- Total penumpang yang terdampak mencapai 341.000 orang.
- Menhub Dudy Purwagandhi mengonfirmasi dampak signifikan terhadap sektor penerbangan nasional.
- Penutupan operasional tujuh bandara diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB.
- Bandara Soekarno-Hatta (Banten) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Radin Inten II (Lampung) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Budiarto (Banten) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Pondok Cabe (Banten) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat) termasuk dalam tujuh bandara yang ditutup sementara.
- Kemenhub menjadikan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebagai rujukan utama pembukaan ruang udara.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.