Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, tetapi Dalam Radius Aman bagi Penerbangan
Badan Geologi melaporkan Gunung Anak Krakatau masih mengalami delapan kali erupsi pada Selasa (8/9/2026), namun kini dalam radius aman untuk penerbangan karena sebaran abu vulkanik hanya di bawah 3 kilometer di sekitar kawah. Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara kembali dibuka setelah hasil paper test tidak menemukan partikel abu vulkanik, mengakhiri penutupan yang membatalkan ratusan penerbangan dan merugikan ribuan penumpang sejak 4 September. Status Siaga belum diturunkan, warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, sedangkan nelayan Selat Sunda diizinkan melaut kembali dengan masker dan pelindung mata.
Poin-Poin Utama
- Beberapa bandar udara kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dini hari setelah tidak ditemukan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Bandara yang kembali dibuka termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.
- Kedua bandara tersebut sebelumnya ditutup selama dua hari terakhir bersama total delapan bandara.
- Ratusan penerbangan dibatalkan dan ribuan penumpang terdampak selama penutupan bandara.
- Badan Geologi mencatat delapan kali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
- Erupsi pada Selasa berlangsung hanya 10-15 detik dengan radius sebaran abu vulkanik di bawah 3 kilometer.
- Fase erupsi terus-menerus yang menyebarkan abu vulkanik sejak 4 September berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.
- Gunung Anak Krakatau saat ini kembali pada fase erupsi strombolian dengan ledakan ringan hingga sedang.
- Status Siaga di Gunung Anak Krakatau belum diturunkan oleh Badan Geologi.
- Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.
- Nelayan di pesisir Selat Sunda diperbolehkan kembali melaut dengan wajib menggunakan masker dan pelindung mata.
- Hasil paper test di area bandara tidak menemukan partikel abu vulkanik.
- Potensi erupsi terus-menerus masih ada dan belum ada teknologi yang dapat memprediksi fenomena itu.
- Penumpang Heru (30) dari Bandung terdampak pembatalan penerbangan menuju Medan yang dijadwalkan pada 6 September 2026.
- Penumpang Muhammad Sofwan (41) dari Pekanbaru terdampak pembatalan penerbangan Citilink menuju Denpasar pada Minggu (6/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.