Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, tetapi Dalam Radius Aman bagi Penerbangan

Selasa, 8 September 2026, 20:25 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Badan Geologi melaporkan Gunung Anak Krakatau masih mengalami delapan kali erupsi pada Selasa (8/9/2026), namun kini dalam radius aman untuk penerbangan karena sebaran abu vulkanik hanya di bawah 3 kilometer di sekitar kawah. Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara kembali dibuka setelah hasil paper test tidak menemukan partikel abu vulkanik, mengakhiri penutupan yang membatalkan ratusan penerbangan dan merugikan ribuan penumpang sejak 4 September. Status Siaga belum diturunkan, warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, sedangkan nelayan Selat Sunda diizinkan melaut kembali dengan masker dan pelindung mata.

Poin-Poin Utama

  • Beberapa bandar udara kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dini hari setelah tidak ditemukan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Bandara yang kembali dibuka termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.
  • Kedua bandara tersebut sebelumnya ditutup selama dua hari terakhir bersama total delapan bandara.
  • Ratusan penerbangan dibatalkan dan ribuan penumpang terdampak selama penutupan bandara.
  • Badan Geologi mencatat delapan kali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
  • Erupsi pada Selasa berlangsung hanya 10-15 detik dengan radius sebaran abu vulkanik di bawah 3 kilometer.
  • Fase erupsi terus-menerus yang menyebarkan abu vulkanik sejak 4 September berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.
  • Gunung Anak Krakatau saat ini kembali pada fase erupsi strombolian dengan ledakan ringan hingga sedang.
  • Status Siaga di Gunung Anak Krakatau belum diturunkan oleh Badan Geologi.
  • Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.
  • Nelayan di pesisir Selat Sunda diperbolehkan kembali melaut dengan wajib menggunakan masker dan pelindung mata.
  • Hasil paper test di area bandara tidak menemukan partikel abu vulkanik.
  • Potensi erupsi terus-menerus masih ada dan belum ada teknologi yang dapat memprediksi fenomena itu.
  • Penumpang Heru (30) dari Bandung terdampak pembatalan penerbangan menuju Medan yang dijadwalkan pada 6 September 2026.
  • Penumpang Muhammad Sofwan (41) dari Pekanbaru terdampak pembatalan penerbangan Citilink menuju Denpasar pada Minggu (6/9/2026).
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#selat sunda#penerbangan#badan geologi#bandara
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya