Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Berhenti?
tanda berakhirnya erupsi dapat terlihat dari hilangnya gempa dalam, menurunnya bau gas menyengat, dan tubuh gunung yang menyusut (deflasi). BMKG memprakirakan sebaran abu vulkanik bergerak ke arah selatan-barat daya menjauhi wilayah Indonesia, namun masih berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas penerbangan.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.
- Durasi hujan abu tidak bisa dipastikan karena bergantung pada aktivitas magma dan tekanan di dapur magma.
- Letusan berhenti bila pasokan magma segar habis dan tekanan di dapur magma tenang.
- Selama kantong magma dapat pasokan magma dari kedalaman bumi, erupsi pembawa abu masih berlanjut.
- Intensitas erupsi dapat melemah lalu menguat.
- Pasokan magma baru berhenti ketika dorongan dari dalam bumi kehilangan tenaga.
- Magma di saluran gunung api mendingin, mengeras, tersumbat batuan sekitar saat dorongan habis.
- Tanda pasokan magma habis: hilangnya gempa dalam, menurun drastis bau gas menyengat, tubuh gunung menyusut (deflasi).
- Waktu berakhirnya erupsi tidak bisa diprediksi hingga hitungan jam, tanggal, atau bulan.
- Belum ada teknologi yang dapat mengukur persis jumlah magma tersisa di dalam bumi.
- Arah dan jarak sebaran abu bergantung pada kekuatan letusan dan arah angin.
- Abu halus dapat terlontar ke lapisan udara tinggi dan terbawa angin hingga puluhan sampai ratusan kilometer.
- BMKG prakirakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak menjauhi wilayah Indonesia per Selasa (8/9/2026) pukul 04.00 WIB.
- Sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1,8 km) bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup Samudera Hindia barat laut Banten.
- BMKG menyebut sebaran abu masih menurunkan kualitas udara, jarak pandang, dan dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.