Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Kereta Jadi Pilihan Buntut Banyak Penerbangan Dibatalkan

Selasa, 8 September 2026, 08:12 WIB Sumber: DetikNews
Ukuran:

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan empat bandara ditutup sementara dan banyak penerbangan dibatalkan, dengan sebaran abu vulkanik hingga lima provinsi. PT Kereta Api Indonesia merespons dengan menambah tiga perjalanan kereta tambahan menuju Gambir serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan KA Gumarang sebagai alternatif transportasi penumpang. KAI juga mengimbau penumpang menjaga kesehatan, menggunakan masker bila perlu, dan datang lebih awal ke stasiun selama situasi vulkanik berlangsung.

Poin-Poin Utama

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat pukul 20.23 WIB pada Minggu (6/9).
  • Abu vulkanik menyebar ke lima provinsi: Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu.
  • Empat bandara ditutup sementara: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara.
  • Penutupan empat bandara berlaku sampai 7 September pukul 08.59 WIB.
  • PT KAI mengoperasikan tiga kereta api tambahan sebagai alternatif transportasi.
  • KA Tambahan Yogyakarta-Gambir berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
  • KA Tambahan Malang-Gambir berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
  • KA Tambahan Semarang Tawang-Gambir berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.
  • KAI menambah kapasitas KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir.
  • KAI menambah kapasitas KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen.
  • KAI mengimbau penumpang mengenakan masker selama perjalanan.
  • Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan keterangan resmi pada Minggu (6/9).
  • KAI menyesuaikan layanan berdasarkan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan.
  • InJourney Airports mengumumkan status penutupan bandara pada Senin (7/9).
  • Penumpang pesawat terdampak salah satunya bernama Nanik Nirmala.
Tagar Terkait
#erupsi gunung anak krakatau#transportasi#bandara ditutup#kai#penerbangan dibatalkan#kereta api
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya