Ibas Ajak Anak Muda Berpikir Kritis & Aktif dalam Hadapi AI-Medsos
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak anak muda berpikir kritis menghadapi AI, media sosial, dan politik digital di Seminar Kebangsaan 'AI, TikTok, dan Politik'. Ia mengingatkan bahaya filter bubble serta meminta mahasiswa tidak menelan mentah-mentah informasi, sembari menegaskan politisi harus hadir di ruang publik tanpa menjadikan politik sebagai lomba mengejar views dan followers. Ibas menutup dengan tiga pesan: Think Deep, Participate, dan Lead, serta mendorong generasi muda menyiapkan diri menjadi pemimpin Indonesia 2045.
Poin-Poin Utama
- Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ajak anak muda berpikir kritis hadapi AI dan media sosial.
- Ibas ingatkan bahaya filter bubble akibat algoritma yang pelajari perilaku pengguna berdasarkan konten ditonton, disukai, dilewati, dibagikan, dan durasi tonton.
- Seminar bertajuk 'AI, TikTok, dan Politik: Siapa yang Menentukan Masa Depan Indonesia?' digelar di Ruang Abdul Muis, Jakarta, Kamis (3/9).
- Ibas sampaikan materi sebagai keynote speaker pada Selasa (8/9/2026).
- Ibas merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan lulusan S2 Nanyang Technological University.
- Ibas tekankan algoritma berpotensi mendikte persepsi masyarakat terhadap pemerintah, kebijakan publik, dan calon pemimpin.
- Ibas ingatkan mahasiswa tidak telan mentah-mentah informasi serta menegaskan 'Viral bukan berarti benar'.
- Ibas sebut demokrasi digital butuh freedom to think untuk periksa data, dengar sudut pandang lain, dan akui kesalahan.
- Ibas nilai politisi harus hadir di ruang komunikasi publik termasuk TikTok tanpa menjadikan politik sebagai lomba mengejar views, likes, dan followers.
- Ibas tegaskan views tidak otomatis tunjukkan kepemimpinan dan followers tidak selalu identik dengan kepercayaan publik.
- Ibas tolak anggapan generasi muda apatis karena kepedulian terhadap pendidikan, lapangan kerja, harga pokok, lingkungan, dan keadilan sosial bentuk kepedulian politik.
- Ibas ajak generasi muda gunakan kanal demokrasi untuk sampaikan aspirasi, bukan hanya jadi penonton.
- Ibas sampaikan tiga pesan untuk generasi muda: Think Deep, Participate, dan Lead.
- Ibas ajak mahasiswa siapkan diri menjadi pemimpin Indonesia pada 2045.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.