Trump Pantau Kekalahan Netanyahu di Pemilu, Bagaimana Nasib Hubungan AS-Israel? Ini Kata Analis
Pemilu Knesset Israel pada 27 Oktober akan ditentukan oleh dinamika domestik dan eksternal, termasuk dampak serangan 7 Oktober 2023, perang Gaza, keamanan perbatasan Lebanon, serta konflik AS-Israel dengan Iran. Analis Amr Hasyim Rabi' menilai isu-isu domestik seperti membengkaknya belanja pertahanan, migrasi profesional, dan polemik wajib militer Haredi tidak terlepas dari kondisi perang permanen dan kebijakan luar negeri. Trump juga berkepentingan besar terhadap hasil pemilu tersebut, karena kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu Kongres AS pada 3 November berpotensi membuat pemerintahannya bergerak sebagai lame duck.
Poin-Poin Utama
- Pemilu Israel dijadwalkan 27 Oktober.
- Pemilu paruh waktu Kongres AS dijadwalkan 3 November.
- Analisis dimuat Aljazeera, Selasa (8/9/2026).
- Komentar dari Amr Hasyim Rabi', Wakil Direktur Pusat Studi Strategis dan Politik Al-Ahram.
- Pemilu menentukan komposisi baru Knesset.
- Isu domestik terkait serangan 7 Oktober 2023, perang Gaza, perbatasan Lebanon, dan konflik dengan Iran.
- Belanja pertahanan Israel membengkak.
- Terjadi migrasi tenaga profesional dari Israel.
- Polemik wajib militer kelompok Haredi menjadi isu sosial.
- Amr sebut Israel beroperasi dalam sistem ekonomi perang permanen.
- Amr prediksi Partai Republik risiko kehilangan banyak kursi.
- Amr prediksi Partai Demokrat berpeluang menang di Kongres.
- Kehilangan kursi Kongres dapat batasi ruang gerak Trump dua tahun ke depan.
- Amr nilai pemerintahan Trump berpotensi bergerak seperti lame duck.
- Artikel sumber: REPUBLIKA.CO.ID, pelaporan dari TEL AVIV.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.