Kembali Beroperasi, Soetta Layani 896 Penerbangan Domestik dan Internasional
Hatta (Soetta) kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dengan melayani penerbangan sejak pukul 00.30 WIB berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia. Pada pukul 10.00 WIB tercatat 174 penerbangan telah dilayani (150 domestik dan 24 internasional), dan sepanjang hari ini bandara diproyeksikan melayani sekitar 113.001 penumpang dengan total 896 penerbangan domestik dan internasional. Seluruh maskapai telah beroperasi kembali dengan kesiapan fasilitas landside dan airside telah dipastikan, serta penumpang diimbau memantau jadwal melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center 172.
Poin-Poin Utama
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi mulai pukul 00.30 WIB pada Selasa (8/9/2026) berdasarkan NOTAM dari AirNav Indonesia.
- Pemberlakuan operasional kembali menyusul penutupan sementara imbas paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Seluruh maskapai telah kembali beroperasi setelah bandara dibuka.
- Kesiapan fasilitas sisi darat meliputi terminal, area keberangkatan dan kedatangan, konter check-in, pemeriksaan keamanan, ruang tunggu, dan fasilitas pendukung.
- Kesiapan fasilitas sisi udara mencakup pengecekan dan pembersihan apron, taxiway, dan runway.
- Hingga pukul 10.00 WIB tercatat 174 penerbangan telah dilayani, terdiri dari 130 keberangkatan dan 44 kedatangan.
- Rincian 174 penerbangan tersebut: 150 domestik dan 24 internasional.
- Total operasional penerbangan hari ini diproyeksikan mencapai 896 penerbangan.
- Jumlah penumpang yang dilayani hari ini diproyeksikan sekitar 113.001 orang.
- Pergerungan penerbangan fase awal recovery dilakukan secara bertahap dan terukur.
- Calon penumpang diimbau memantau status dan jadwal melalui kanal resmi maskapai.
- Informasi layanan bandara dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.
- Asisten Deputi Komunikasi & Legal KC Bandara Soetta, Yudistiawan, menyampaikan keterangan pers tersebut.
- Penutupan sementara terjadi akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.