Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Bank Sentral China Tambah Cadangan Emas, Terbesar sejak 2023

Selasa, 8 September 2026, 12:39 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Bank Sentral China menambah cadangan emas sebesar 650.000 troy ounce pada Agustus 2026, kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2023 dan memperpanjang periode akumulasi menjadi 22 bulan berturut-turut. Pembelian dilakukan meski harga emas naik 9,7% pada Agustus didorong pelemahan dolar AS dan permintaan safe haven. Namun harga emas tertekan akhir bulan karena Ketua Fed Kevin Warsh bersikap hawkish dan data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari perkiraan.

Poin-Poin Utama

  • Bank Sentral China meningkatkan pembelian emas untuk bulan keenam berturut-turut pada Agustus 2026.
  • Penambahan Agustus 2026 merupakan pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023.
  • PBOC telah mengakumulasi emas selama 22 bulan berturut-turut.
  • Cadangan emas PBOC naik menjadi 76,73 juta troy ounce fine pada akhir Agustus 2026.
  • Cadangan emas PBOC pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar 76,08 juta troy ounce.
  • PBOC menambah 650.000 troy ounce atau sekitar 20,2 metrik ton emas pada Agustus 2026.
  • Pembelian Juli 2026 tercatat sebesar 640.000 troy ounce.
  • Pada Oktober 2023, cadangan emas China bertambah 740.000 troy ounce, kenaikan bulanan terbesar sebelumnya.
  • PBOC menambah 160.000 troy ounce emas pada Maret 2026.
  • Pembelian emas PBOC naik menjadi 480.000 troy ounce pada Juni 2026.
  • Nilai cadangan emas China melonjak menjadi USD350,08 miliar pada akhir Agustus 2026.
  • Nilai cadangan emas China pada akhir Juli 2026 sebesar USD306,35 miliar.
  • Harga emas naik 9,7% pada Agustus 2026, kenaikan bulanan terkuat sejak Januari.
  • Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pandangan hawkish menjelang akhir Agustus 2026.
  • Harga emas spot turun sekitar 0,4% pada Senin setelah data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari perkiraan.
Tagar Terkait
#emas#dolar as#cadangan emas#federal reserve#bank sentral china#pboc#troy ounce#kevin warsh#suku bunga as#safe haven
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya