Mengapa Es Antartika Bertambah 695 Miliar Ton di Tengah Krisis Iklim?
Antartika tercatat menambah massa es hingga 695 miliar ton pada 2021–2023 menurut data satelit GRACE, namun peningkatan tersebut bersifat sementara dan terutama dipicu oleh curah salju lebat di Antartika Timur akibat pemanasan tropis di Pasifik barat dan Samudra Hindia timur yang mengirim lebih banyak uap air melalui gelombang Rossby. Studi di jurnal Nature yang dipimpin IOCAS menunjukkan faktor antropogenik hanya menyumbang sekitar 9% dari anomali tersebut, sehingga rekor ini bukan tanda pemulihan melainkan fluktuasi alami dalam tren kehilangan es jangka panjang sekitar 140,5 miliar ton per tahun.
Poin-Poin Utama
- Lapisan es Antartika tambah massa 695 miliar ton sepanjang 2021–2023 menurut satelit GRACE.
- Peningkatan massa es terutama dipicu tambahan curah salju di Antartika Timur.
- Studi diterbitkan di jurnal Nature dan dipimpin IOCAS.
- Peneliti gunakan data satelit gravitasi, inti es, pelacakan uap air, dan simulasi atmosfer.
- Pemanasan laut di Pasifik barat tropis dan Samudra Hindia timur ubah sirkulasi atmosfer.
- Perubahan sirkulasi bawa lebih banyak uap air dari Samudra Hindia ke Antartika Timur.
- Wilayah Queen Mary Land hingga Wilkes Land alami peningkatan curah salju signifikan.
- Pemanasan tropis picu gelombang Rossby yang arahkan uap air ke lintang tinggi.
- Faktor antropogenik sumbang sekitar 9% dari anomali curah salju periode tersebut.
- Variabilitas alami sistem iklim tropis lebih dominan picu peningkatan curah salju.
- Antartika rata-rata hilang sekitar 140,5 miliar ton massa es per tahun dalam dua dekade terakhir.
- Antartika Barat masih terus kehilangan es.
- Sejumlah gletser Antartika Timur alami pencairan bawah dan percepatan aliran es akibat air laut hangat.
- Periode pemanasan tropis panjang semacam ini terjadi kira-kira sekali per dekade.
- Penulis pertama Yunhe Wang dari IOCAS sebut temuan sebagai telekoneksi 'kolam air hangat tropis–lapisan es Antartika Timur'.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.