80 Ilmuwan dari 16 Negara Usulkan Survei Besar-besaran di Pesisir Antarktika
Delapan puluh ilmuwan dari 16 negara mengusulkan survei geofisika besar-besaran di seluruh pesisir Antarktika guna mengisi kekosongan data yang menghambat prediksi kenaikan muka laut global, karena satelit tidak dapat mengamati batuan dasar dan ice shelf secara langsung. Survei ini rencananya menelusuri tiga jalur di sekitar Antarktika untuk memantau aliran es, grounding zone, dan ice shelf, dengan melibatkan kolaborasi internasional melalui SCAR RINGS Action Group. Usulan tersebut juga menjadi pijakan menuju International Polar Year 2032–2033 demi menghasilkan proyeksi kenaikan permukaan laut yang lebih akurat.
Poin-Poin Utama
- 80 ilmuwan dari 16 negara mengusulkan survei geofisika besar-besaran di pesisir Antarktika.
- Usulan berasal dari kajian internasional di bidang glasiologi, oseanografi, geofisika, dan ilmu atmosfer.
- Kajian dipublikasikan di jurnal Reviews of Geophysics.
- Koordinasi dilakukan lewat Scientific Committee on Antarctic Research (SCAR) RINGS Action Group.
- Tiga jalur survei mengelilingi Antarktika untuk memantau aliran es, grounding zone, dan ice shelf.
- Satelit tidak bisa mengamati batuan dasar di bawah lapisan es.
- Model komputer masih punya keterbatasan memprediksi perubahan lapisan es.
- Ketua RINGS Action Group Dr. Kenichi Matsuoka berasal dari Alfred Wegener Institute (AWI).
- Data satelit saja belum cukup untuk perkirakan akurat jumlah es yang hilang ke laut.
- Survei bertujuan isi kekosongan data untuk prediksi kenaikan muka laut global.
- Wilayah pesisir krusial karena interaksi es, laut, atmosfer, dan batuan dasar.
- Terdapat kesenjangan besar pada pengamatan langsung dasar pesisir dan rongga bawah ice shelf.
- Survei memerlukan koordinasi antarnegara agar tidak ada wilayah terlewat atau tumpang tindih.
- Survei disiapkan sebagai pijakan menuju International Polar Year 2032–2033.
- Hasil diharapkan perbaiki model lapisan es dan proyeksi kenaikan muka laut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.