Rusia: Uni Eropa Lakukan Harakiri dan Bangga Nyatakan Rakyatnya Harus Menderita
Menlu Rusia Sergey Lavrov menyebut Uni Eropa melakukan 'harakiri' dengan meninggalkan energi Rusia untuk menekan Moskow, sehingga membebankan biaya kebijakan tersebut kepada rakyatnya sendiri. UE telah berkomitmen menghentikan impor bahan bakar fosil Rusia sepenuhnya pada 2027, yang menyebabkan lonjakan biaya energi di Eropa di tengah konflik Ukraina dan ketegangan AS-Israel-Iran. Jerman terdampak parah, dengan ekonomi kontraksi dua tahun berturut-turut pada 2023-2024 dan proyeksi pertumbuhan hanya 0,5% pada tahun ini.
Poin-Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut Uni Eropa melakukan "harakiri" dengan meninggalkan energi Rusia.
- Lavrov menyampaikan pernyataan di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) pada hari Senin.
- Lavrov menilai pemimpin Eropa membebankan biaya kebijakan anti-Rusia kepada pemilih mereka sendiri.
- Uni Eropa berkomitmen menghentikan penggunaan bahan bakar fosil Rusia secara bertahap hingga tahun 2027.
- UE secara drastis mengurangi impor minyak dan gas Rusia sejak eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
- Biaya energi melonjak di sebagian besar wilayah blok Eropa.
- Perang AS-Israel melawan Iran menambah tekanan terhadap biaya energi Eropa.
- Jerman, bekas pusat kekuatan industri UE, sangat terdampak.
- Ekonomi Jerman mengalami kontraksi pada tahun 2023.
- Ekonomi Jerman mengalami kontraksi pada tahun 2024.
- Kontraksi dua tahun berturut-turut Jerman merupakan yang pertama dalam lebih dari dua dekade.
- Ekonomi Jerman diperkirakan hanya tumbuh sebesar 0,5% tahun ini.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.