Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Pendidikan Negatif

Kemampuan Literasi Dasar Masih Jadi Tantangan untuk Diatasi secara Global

Selasa, 8 September 2026, 14:05 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Berdasarkan data UNESCO, sekitar 739 juta orang dewasa dan 251 juta anak masih belum memiliki kemampuan literasi dasar, dengan dua pertiga di antaranya adalah perempuan. Rendahnya literasi membatasi akses terhadap hak-hak dasar serta memperbesar kerentanan terhadap eksploitasi dan misinformasi. Literasi juga dipengaruhi konteks sosial dan multibahasa, di mana hasil asesmen nasional menunjukkan kemampuan literasi murid Indonesia berada di kisaran 60-62% pada aspek tekstual, inferensial, dan evaluatif.

Poin-Poin Utama

  • 739 juta orang dewasa usia 15 tahun ke atas masih belum memiliki keterampilan literasi dasar berdasarkan data UNESCO Institute of Statistics.
  • Sekitar 2/3 dari 739 juta orang yang tidak memiliki keterampilan literasi dasar adalah perempuan.
  • UNESCO mencatat 251 juta anak masih belum mencapai kemampuan minimum dalam membaca.
  • Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, pada Selasa (8/9).
  • Acara berlangsung dalam Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 di YouTube Kemendikdasmen.
  • Buta aksara membatasi akses seseorang terhadap hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, layanan publik, informasi hukum, dan partisipasi politik.
  • Rendahnya literasi meningkatkan kerentanan terhadap eksploitasi dan misinformasi.
  • Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, menyatakan literasi berkaitan erat dengan konteks sosial dan kebahasaan.
  • Perbedaan konteks sosial menyebabkan murid di Papua dan NTT kesulitan memahami teks tentang kereta api atau pesawat.
  • Di Medan, kata 'kereta' sering merujuk pada sepeda motor, bukan kereta api.
  • Indonesia merupakan ruang multibahasa dengan konsep tri gatra bangun bahasa yang mencakup bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.
  • Status bahasa dapat berupa bahasa pengantar pendidikan atau muatan lokal.
  • Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, memaparkan hasil Tes Kemampuan Akademik.
  • Asesmen mencakup tiga aspek: pemahaman tekstual, inferensial, serta evaluasi dan apresiasi.
  • Secara nasional, kemampuan literasi membaca bahasa Indonesia tercatat 61,62% tekstual, 60,46% inferensial, dan 60,93% evaluatif.
Tagar Terkait
#pendidikan#literasi#unesco#tes kemampuan akademik#hari aksara internasional#buta aksara#multibahasa
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya