Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Negatif

Potret Nasib Pengungsi di Yaman

Selasa, 8 September 2026, 14:09 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi di provinsi Taiz dan dekat pantai Laut Merah pada September 2026 memaksa ribuan warga mengungsi ke Al-Kadah dan Mocha dengan kondisi serba terbatas, termasuk tenda seadanya dan tanpa makanan. OCHA mencatat sekitar 1.790 keluarga mengungsi akibat konflik yang telah menewaskan lebih dari 300 orang, sementara juru bicara Sekjen PBB menyatakan keprihatinan atas dampak politik, ekonomi, dan keamanan yang menghancurkan. Peristiwa ini memperburuk krisis kemanusiaan Yaman yang sudah berlangsung sejak perang 2014–2022, di mana PBB sebelumnya memperingatkan 17 juta orang kesulitan pangan dan 1 juta lainnya mengalami kelaparan ekstrem.

Poin-Poin Utama

  • Pengungsi Yaman melarikan diri ke Al-Kadah di Taiz pada Minggu (6/9/2026).
  • Al-Kadah berjarak sekitar 100 km dari Mocha.
  • Di Mocha, tenda-tenda pengungsi berdiri di tengah tanah kosong.
  • Konflik terjadi antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi.
  • Konflik menyebabkan lebih dari 300 orang tewas dan ratusan keluarga mengungsi.
  • Houthi berusaha merebut wilayah dekat pantai Laut Merah berbatasan dengan Selat Bab al-Mandab.
  • Pengungsi berasal dari provinsi Taiz dan distrik Jabal Habashi.
  • Pengungsi perempuan Rawdhah Hasan berasal dari Maqbanah.
  • OCHA melaporkan pada Jumat (4/9/2026) sekitar 1.790 keluarga telah mengungsi.
  • PBB memperingatkan 17 juta warga Yaman kesulitan mendapatkan makanan.
  • PBB menyatakan 1 juta warga Yaman menghadapi kelaparan ekstrem.
  • Pertempuran antara tahun 2014 dan 2022 berlangsung selama delapan tahun.
  • Konflik tersebut menjerumuskan Yaman ke salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
  • Seorang pengungsi perempuan bernama Nimah Saif melaporkan adanya korban terluka dan tewas.
Tagar Terkait
#houthi#yaman#konflik#pbb#pengungsi#taiz#krisis kemanusiaan#mocha#ocha
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya