Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Gaya-hidup Netral

17 Pelajar Jakarta Sulap Kain Perca Jadi Peta Indonesia dan Busana

Selasa, 8 September 2026, 14:21 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Sebanyak 17 pelajar dari lima sekolah di Jakarta mengolah kain perca menjadi peta Indonesia berukuran 2,5x1,5 meter dalam proyek Weaving Nusantara yang ditampilkan di ICE BSD, Tangerang Selatan, sebagai bagian dari kegiatan amal penggalangan dana bagi Yayasan Wisma Cheshire Indonesia yang mendampingi penyandang disabilitas. Selain peta tersebut, proyek ini juga mencakup peragaan busana Benang Kedua dengan 10 gaun dari tujuh desainer muda serta tiga kegiatan kreatif seperti lomba menghias tote bag, lomba mozaik kain, dan Make-A-Vest yang melibatkan kolaborasi pelajar, relawan, dan perajin disabilitas. Para pelajar mengerjakan proyek secara mandiri selama berbulan-bulan sebagai pengalaman belajar kepemimpinan, kolaborasi, manajemen proyek, dan inklusi disabilitas.

Poin-Poin Utama

  • 17 pelajar Jakarta ubah kain perca jadi peta Indonesia 2,5m x 1,5m.
  • Proyek bernama Weaving Nusantara, ditampilkan di ICE BSD Tangerang Selatan.
  • Karya hasilkan lewat kerja mandiri selama berbulan-bulan.
  • Pelajar berasal dari ACS Jakarta, JIS, BSJ, Santa Ursula BSD, Sekolah Murid Merdeka.
  • Tim Weaving Nusantara terdiri dari 17 pelajar tingkat SMP dan SMA.
  • Tim terbagi dalam lima bidang: Project Management, Finance, Creative, Creative Mapping, Communications, Operational.
  • Proyek bagian dari Style Avenue, bazaar mode KKB BNI dalam BNI wondrX 2026.
  • Kegiatan amal mendukung Yayasan Wisma Cheshire Indonesia, lembaga pendamping penyandang disabilitas.
  • Peta kain perca jadi latar peragaan busana "Benang Kedua" dengan 10 gaun dari 7 desainer muda.
  • Weaving Nusantara gelar tiga kegiatan kreatif: lomba tote bag untuk siswa tuli/dengar-kurang, lomba mozaik kain untuk SD usia 7-12, Make-A-Vest untuk usia 13-18.
  • Make-A-Vest diikuti 17 peserta, menerima bahan blind box bertema Indonesia.
  • Yayasan Wisma Cheshire sediakan tote bag, juri, dan demo menjahit.
  • Kolaborasi libatkan pelajar, ibu-ibu KKB BNI, relawan, dan pengrajin disabilitas.
  • Kain perca dipakai sebagai medium pesan tentang keberlanjutan, keberagaman, dan inklusi.
  • Proyek berjalan pada 8 September 2026.
Tagar Terkait
#penyandang disabilitas#weaving nusantara#keberlanjutan#amal#kain perca#peta indonesia#pelajar jakarta
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya