Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Mitigasi Bencana Nasional
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk memantau penanganan bencana gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan karhutla, dengan menyatakan kebutuhan dasar di Flores telah pulih serta menyalurkan dana Rp200 miliar ke Pemda NTT. Pemerintah juga mengerahkan puluhan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca dan water bombing, menetapkan 138 tersangka karhutla, serta mencabut atau membekukan izin 60 entitas terkait pembakaran hutan untuk pembukaan lahan perkebunan. Prabowo menegaskan pentingnya penyusunan master plan mitigasi bencana nasional yang menyeluruh, termasuk penguatan peralatan dan penambahan signifikan anggaran mitigasi mengingat Indonesia berada di Ring of Fire.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas via konferensi video dari Istana Merdeka pada 7 September.
- Rapat dihadiri menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait.
- Presiden memantau penanganan gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan karhutla.
- Gempa Flores magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2025.
- Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan di Flores kembali berfungsi.
- Pemerintah salurkan dana Rp200 miliar ke Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.
- Pemulihan Flores mencakup tenda darurat, huntara, dan verifikasi kerusakan rumah.
- 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli karhutla.
- 36 pesawat dikerahkan untuk water bombing karhutla.
- 138 orang ditetapkan tersangka karhutla sejak Januari hingga awal September 2026.
- Tersangka karhutla terdiri dari 119 kasus kesengajaan dan 19 kelalaian.
- Luas area terbakar karhutla mencapai 8.637 hektare.
- 18 perusahaan dikenai pembekuan izin, 42 entitas dicabut izinnya.
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau sebabkan sebaran abu dan penutupan operasional bandara.
- Presiden minta master plan mitigasi bencana dengan penambahan anggaran signifikan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.